Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palu, Diah Puspita, mendorong para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk memberikan edukasi tentang kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak dini. Hal ini disampaikan Diah Puspita dalam upaya memperkuat karakter dan masa depan generasi muda.
“Hal-hal baik yang diajarkan sejak usia dini akan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak,” ujar Diah Puspita di Palu, Senin (25/5/2026). Ia menekankan bahwa fase usia dini merupakan periode krusial di mana anak-anak mudah menyerap dan merekam setiap pembelajaran.
Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai positif, termasuk kepedulian terhadap lingkungan, perlu dilakukan sejak usia dini. Diah Puspita, yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Kota Palu, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan guru PAUD Pilah.
Pelatihan tersebut mengusung tema “PAUD Cinta Bumi: Penguatan Peran Guru dalam Edukasi Sampah, 3R, dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan”. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas para guru PAUD dalam membangun karakter cinta lingkungan pada anak.
Edukasi lingkungan dapat dimulai dari berbagai aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Diah Puspita menjelaskan, kebiasaan seperti membiasakan anak membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan dengan benar, menghemat penggunaan air, membawa botol minum sendiri, hingga membawa bekal dari rumah, dapat menjadi langkah awal.
Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya membentuk perilaku ramah lingkungan, tetapi juga mampu menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian sosial pada anak sejak usia dini. Selain itu, anak-anak juga perlu diajak menanam dan merawat tanaman secara bersama-sama agar tumbuh semangat cinta alam dan lingkungan sekitar.
Diah Puspita turut menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam proses pendidikan karakter anak. Pembentukan karakter, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, namun juga memerlukan peran aktif keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
“Kami berharap ada kerja sama yang baik antara guru dan orang tua agar nilai-nilai positif yang diajarkan di sekolah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Diah Puspita.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan jumlah peserta lebih banyak sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para guru PAUD di Kota Palu. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru PAUD semakin memiliki kemampuan mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam proses pembelajaran. Tujuannya adalah melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
