Tottenham Hotspur tengah berada di persimpangan krusial dalam menentukan masa depan kepelatihan klub. Klub London Utara ini secara intensif mengevaluasi berbagai opsi manajer, dengan keputusan penting diperkirakan akan diambil pada bursa transfer musim panas 2026. Situasi ini menjadi semakin mendesak menyusul performa tim yang tidak konsisten dan tekanan besar untuk membangun proyek jangka panjang yang solid.
De Zerbi dan Pochettino Jadi Prioritas Utama
Menurut laporan jurnalis transfer terkemuka Fabrizio Romano, Roberto De Zerbi secara konsisten menempati posisi teratas dalam daftar kandidat manajer Tottenham. De Zerbi, yang dikenal dengan gaya bermain progresif dan menyerang saat melatih Brighton dan Marseille, dianggap sangat cocok dengan filosofi yang diinginkan klub. Romano bahkan menyebut De Zerbi sebagai salah satu target “impian” Tottenham sejak ia meninggalkan Marseille.
Selain De Zerbi, nama Mauricio Pochettino juga kembali mencuat sebagai opsi serius. Pochettino, yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Tottenham setelah masa baktinya yang sukses, menjadi favorit di kalangan penggemar. Namun, ketersediaannya saat ini terhalang oleh perannya sebagai pelatih tim nasional Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026, yang akan berlangsung hingga Juli. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Pochettino akan menjadi pilihan jangka panjang atau hanya opsi sementara.
Pochettino sendiri telah mengungkapkan kerinduannya terhadap atmosfer sepak bola Inggris. “Saya merindukan kancah sepak bola di Inggris. Saya mencintai negara ini, budayanya, budaya sepak bolanya,” ujar Pochettino, seperti dilansir dari L’Equipe. Pernyataan ini semakin memicu spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya dirinya ke London Utara.
Masa Depan Igor Tudor dan Ancaman Degradasi
Posisi manajer interim saat ini dipegang oleh Igor Tudor, yang menggantikan Thomas Frank. Namun, masa kepelatihan Tudor diwarnai hasil yang kurang memuaskan, termasuk rentetan tanpa kemenangan di Premier League yang membuat Tottenham terperosok ke peringkat 17, hanya satu poin di atas zona degradasi. Kekalahan telak 3-0 dari Nottingham Forest baru-baru ini disebut menjadi titik balik yang kemungkinan besar akan mengakhiri masa baktinya.
Laporan mengindikasikan bahwa Tottenham telah memutuskan untuk berpisah dengan Tudor. Meskipun ada pertimbangan untuk segera mencari pengganti interim, fokus utama klub tampaknya tertuju pada penunjukan manajer permanen di akhir musim. Beberapa nama seperti Adi Hütter dan Chris Hughton sempat disebut sebagai kandidat interim potensial jika Tudor segera meninggalkan posisinya.
Musim Panas 2026: Periode Krusial
Musim panas 2026 diproyeksikan menjadi periode krusial bagi Tottenham Hotspur. Klub tidak hanya harus membuat keputusan penting mengenai siapa yang akan memimpin tim secara permanen, tetapi juga harus memastikan stabilitas di tengah ancaman degradasi. Keputusan ini akan sangat bergantung pada kemampuan tim untuk bertahan di Premier League.
Fabrizio Romano juga menyebutkan bahwa De Zerbi hanya akan menjadi opsi bagi Tottenham di musim panas, dengan asumsi klub berhasil bertahan di divisi teratas. Hal ini semakin memperkuat pandangan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelesaikan musim dengan baik, sambil mempersiapkan fondasi untuk masa depan di bawah kepemimpinan manajer baru.
Sementara itu, nama-nama lain seperti Andoni Iraola dan Thomas Tuchel juga sempat dikaitkan, namun prioritas utama tampaknya tetap pada De Zerbi dan Pochettino. Keputusan akhir akan mencerminkan visi jangka panjang klub dan upaya mereka untuk mengembalikan kejayaan di kancah sepak bola Inggris dan Eropa.
