Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Palu memastikan empat armada kapal penumpang siap beroperasi melayani arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Kesiapan ini menyusul ramp check menyeluruh yang telah dilakukan untuk menjamin keselamatan pelayaran.
Kepala KSOP Kelas II Teluk Palu, Handry Sulfian, menyebutkan keempat kapal tersebut adalah KM Dharma Kencana V, KM Lambelu, KM Dorolonda, dan KM Sabuk Nusantara 89. “Totalnya ada empat kapal yang beroperasi yakni Dharma Kencana V, Lambelu, Dorolonda dan Sabuk Nusantara 89,” kata Handry Sulfian saat ditemui di Palu, Sabtu (14/3/2026).
Handry merinci, KM Dharma Kencana V akan beroperasi melalui Pelabuhan Donggala. Sementara itu, KM Lambelu dan KM Dorolonda akan melayani penumpang dari Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu. “Kalau KM Sabuk Nusantara 89 melayani pelayaran dari Pelabuhan Wani, Kabupaten Donggala,” tambahnya.
Pihaknya menegaskan, keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, seluruh armada telah menjalani uji petik atau ramp check untuk memastikan kelayakan operasional. “Tentunya keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama sehingga setiap kapal penumpang yang akan dioperasikan wajib menjalani pemeriksaan kelautan secara menyeluruh. Termasuk kelengkapan peralatan keselamatan dan kompetensi awak kapal untuk memastikan keselamatan pelayaran benar-benar terjamin,” ujar Handry.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, KSOP Kelas II Teluk Palu juga telah mendirikan posko angkutan laut Lebaran 2026. Posko ini melibatkan lintas sektor seperti TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait lainnya. “Posko ini untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik menggunakan transportasi laut,” jelasnya. Posko tersebut akan beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Handry memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026. “Puncak arus mudik ini diprediksi terjadi pada 13 dan 17 Maret mendatang,” pungkasnya.
