JEMBER – Seorang kakek berusia 80 tahun bernama Misno, warga Desa/Kecamatan Rambipuji, Jember, dilaporkan hilang terseret arus Sungai Bedadung sejak Sabtu (14/3/2026). Hingga Senin (16/3/2026), Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban.

Misno terakhir kali terlihat oleh saksi mata Dava (15) pada Sabtu sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Misno berpamitan untuk mandi di sungai. Namun, satu jam kemudian, kakek tersebut tidak kunjung kembali ke rumah, memicu kekhawatiran pihak keluarga.

Setelah melakukan pencarian mandiri, pihak keluarga hanya menemukan sandal Misno di tepi sungai. Mereka menduga Misno terjatuh dan terseret arus sungai, kemudian melaporkan kejadian ini kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke Basarnas Jember.

Koordinator Pos SAR Jember, Jefriyanzah, menyampaikan bahwa operasi pencarian memasuki hari kedua pada Minggu (15/3/2026) dan status Misno masih “Dalam Pencarian” (DP).

“Operasi pencarian pada Minggu dimulai pukul 07.00 WIB diawali dengan briefing oleh Tim Rescue Pos SAR Jember Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, kemudian dilanjutkan penyisiran di aliran Sungai Bedadung,” ujar Jefriyanzah, Minggu (15/3/2026).

Operasi SAR ini melibatkan 24 personel dari berbagai unsur, termasuk Tim Rescue Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Rambipuji, Koramil Rambipuji, Pemerintah Desa Rambipuji, serta masyarakat setempat.

Jefriyanzah menjelaskan metode pencarian yang digunakan. “Pencarian dilakukan dengan metode visual track line menggunakan rubber boat dan rafting boat, serta pemantauan di beberapa titik yang dicurigai sebagai check point. Tim SAR melakukan penyisiran dengan total area pencarian sekitar 4,2 kilometer aliran sungai,” tuturnya.

Meskipun upaya pencarian telah dilakukan secara intensif, Misno belum juga ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan akan melanjutkan proses pencarian pada Senin (16/3/2026).

“Hingga hari kedua, korban belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan besok Senin,” pungkas Jefriyanzah.