Badan Narkotika Nasional (BNN) bersiap menggelar konferensi pers pengungkapan jaringan narkotika internasional di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pada Kamis (2/7/2026) sore, sejumlah koper dan tumpukan kardus yang diduga berkaitan dengan barang bukti narkotika telah terlihat di lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan, barang-barang tersebut diletakkan di tenda konferensi pers yang akan dilaksanakan BNN, tepat di samping gudang bernomor SA 33. Di bagian depan dan samping gudang, tumpukan kardus terlihat jelas, sementara di sisi lain, deretan barang tertata rapi namun masih ditutup terpal berwarna oranye.
Di dalam gudang, beberapa koper berwarna biru juga terlihat. Sebagian koper tersebut diduga telah diangkut dan menjadi bagian dari barang bukti utama yang akan diperlihatkan dalam konferensi pers.
Gudang SA 33, yang menjadi fokus pengamanan petugas gabungan, terletak di ujung deretan bangunan pergudangan. Bangunan dua lantai ini dijaga ketat oleh personel BNN dan kepolisian. Akses menuju gudang juga dibatasi, dengan hanya sebagian pintu yang dibuka, sehingga pandangan ke bagian dalam tidak sepenuhnya terlihat.
Menurut informasi awal dari salah satu petugas BNN Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) di lokasi, barang bukti yang diungkap diduga merupakan narkotika jenis ganja asal Thailand. Narkotika tersebut diduga masuk melalui jalur ekspedisi laut dan dikirim ke dua lokasi berbeda, yaitu Gresik dan Purwakarta, Jawa Barat. Namun, pengungkapan terbesar disebut-sebut berada di gudang kawasan Cerme, Gresik.
Hingga berita ini ditulis, detail mengenai jumlah barang bukti, identitas dan jumlah tersangka, jaringan yang terlibat, serta kronologi pengiriman masih menunggu penjelasan resmi dari BNN dalam konferensi pers yang akan segera digelar. Petugas gabungan masih berada di lokasi untuk proses pengamanan dan persiapan acara tersebut.
