Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya mengimbau masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir. Peringatan dini ini berlaku selama sepekan ke depan, terhitung sejak Jumat (30/1/2026).

Prakirawan BMKG Stasiun Tjilik Riwut, Lian Adriani, di Palangka Raya, Jumat, menegaskan pentingnya kewaspadaan tersebut. “Kami juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di wilayah Kalteng,” ujarnya.

Wilayah Terdampak dan Potensi Bencana

Lian menjelaskan, wilayah Kalteng yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem meliputi 13 kabupaten dan satu kota. Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.

Masyarakat di seluruh wilayah tersebut juga diminta untuk waspada terhadap dampak bencana yang mungkin ditimbulkan. “Antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang,” kata Lian.

Penyebab Cuaca Ekstrem

Menurut Lian, sebelum hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir terjadi, akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB). Fenomena ini didukung oleh beberapa faktor meteorologis.

  • Gelombang Rossby Ekuator: “Gelombang Rossby Ekuator yang secara spasial terpantau aktif di wilayah Kalimantan bagian selatan yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” jelas Lian.
  • Madden-Julian Oscillation (MJO): MJO juga terpantau aktif secara spasial di Kalteng, yang turut berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan.
  • Belokan dan Perlambatan Angin: Daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di Kalteng. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah tersebut, didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah.
  • Labilitas Lokal Kuat: “Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng,” tambah Lian.

Secara umum, suhu udara di Kalteng berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembaban udara antara 55 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari tenggara menuju barat dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 15 km/jam.

Imbauan Keselamatan

BMKG juga mengeluarkan imbauan keselamatan bagi masyarakat. “Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat harus segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung,” kata Lian.

Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk menjauhi papan reklame atau baliho, pohon besar, serta tidak berada di lapangan atau tempat terbuka guna menghindari sambaran petir. “Kami juga mengimbau masyarakat Kalteng agar mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat, yang dapat disertai petir kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung,” pungkas Lian.

BMKG secara berkala berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memberikan informasi terbaru mengenai potensi dan perkembangan cuaca. Masyarakat dapat mengakses informasi cuaca terkini melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG, dan berbagai media sosial BMKG.