Prahara rumah tangga antara Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi yang melibatkan nama Inara Rusli, kini memasuki babak akhir. Wardatina Mawa secara tegas menyatakan kesiapannya untuk bercerai dan bahkan telah mengikhlaskan sang suami, Insanul Fahmi, untuk bersama Inara Rusli.
Mawa Ikhlas, Relakan Insanul Fahmi Bersama Inara Rusli
Mawa mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak lagi ingin memperebutkan hati Insanul Fahmi. Dengan nada tegar, ia mengaku telah ikhlas lahir dan batin jika memang suaminya ingin melanjutkan hubungan dengan Inara Rusli.
“Kalau kalian memang mau bersama, yaudah sok mangga atuh silakan. Aku nggak apa-apa, aku juga udah ikhlas. Yaudah ambil aja kalian bahagia,” ujar Mawa, seperti dikutip pada Rabu (4/3/2026).
Ia bahkan menambahkan dengan senyum ringan, “Pokoknya kalau emang mereka mau bersama nggak apa-apa mereka bersama aja, lagian aku udah ikhlas juga.” Pernyataan ini menunjukkan ketegaran Mawa dalam menghadapi situasi pelik rumah tangganya.
Prioritaskan Anak, Tak Batasi Pertemuan dengan Ayah
Di tengah keputusan besar ini, Mawa juga memikirkan nasib buah hatinya, Afnan. Ia memastikan tidak akan menghalangi hubungan antara Insanul Fahmi dan Afnan jika perceraian benar-benar terjadi. Baginya, ikatan orang tua dan anak adalah hubungan seumur hidup yang tak boleh terputus karena ego orang dewasa.
Mawa bahkan telah memulai pendekatan perlahan kepada Afnan untuk menjelaskan kondisi keluarga mereka. “Paling aku ngasih sounding tipis-tipis aja sih. Makanya kan aku mau gugat cerai supaya dia kalau memang mau jumpa sama anaknya, bebaslah kapan aja boleh gitu,” jelas Mawa.
Ia melanjutkan dengan bijak, “Jadi nggak ada batas-batasan lagi. Anak mau gimana pun juga harus mencintai orang tuanya. Namanya ibu sama ayah itu selesai, tapi anak sama ayah nggak bakalan selesai.”
Fokus Pulihkan Diri dari Trauma
Meski terlihat tegar dan mampu bercanda, Mawa tak menampik adanya trauma yang membekas akibat kegagalan rumah tangganya. Ia mengaku tidak ingin terburu-buru mencari pengganti. Saat ini, fokus utamanya adalah menyembuhkan luka batin dan memberikan kasih sayang penuh untuk anaknya.
Mawa juga bertekad untuk belajar mencintai diri sendiri sebelum kembali membuka hati. Baginya, menutup lembaran lama bukan berarti kalah, melainkan sebuah langkah awal untuk memulai hidup baru yang lebih sehat dan tenang secara emosional.
sumber gambar: indopop.com 