Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengusulkan pembentukan Polisi Pariwisata. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pengamanan di objek wisata dan infrastruktur pendukungnya, menyusul maraknya kasus pencurian di kawasan selatan NTB.

Usulan tersebut disampaikan Iqbal dalam rapat pimpinan Polda NTB yang berlangsung di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Mataram, Jumat. Ia menyoroti tantangan serius yang dihadapi daerahnya, terutama di wilayah selatan.

“Kalau hari ini kita pasang lampu, besok kabelnya sudah tidak ada atau baterainya hilang. Ini jadi tantangan serius, terutama di wilayah selatan,” ungkap Iqbal, menggambarkan kondisi yang berulang.

Iqbal membandingkan situasi keamanan antara wilayah utara dan selatan NTB. Menurutnya, kawasan utara relatif aman, sementara wilayah selatan masih terus menghadapi gangguan keamanan. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan serta merusak citra daerah sebagai destinasi wisata unggulan.

Melihat kondisi tersebut, Iqbal menegaskan pentingnya penguatan sistem keamanan destinasi wisata seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan pembangunan infrastruktur pariwisata. “Kami ingin ada kepastian sistem pengamanan destinasi wisata. Pariwisata tidak bisa tumbuh tanpa rasa aman,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi NTB menyatakan kesiapannya untuk mendukung peningkatan kapasitas personel, termasuk penyediaan peralatan dan penguatan infrastruktur bagi satuan yang akan ditugaskan khusus di sektor pariwisata. Koordinasi erat dengan jajaran kepolisian daerah juga akan dilaksanakan guna merumuskan skema terbaik dalam mengamankan destinasi wisata.

Iqbal menambahkan, “Keberhasilan tiga pilar pembangunan pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata tidak akan tercapai tanpa dukungan penuh aparat keamanan.”