Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, tengah gencar meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di seluruh satuan pendidikan. Upaya ini membuahkan hasil positif, menempatkan Donggala di posisi delapan dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan.

“Jadi dengan adanya peningkatan pada standar pelayanan minimal (SPM) menempati posisi delapan dari 13 kabupaten/kota di Sulteng, artinya numerisasi peserta didik sudah bagus termasuk literasinya sehingga iklim di sekolah sudah membaik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Donggala, Ansyar Sutiadi, saat dihubungi awak media di Banawa pada Selasa (24/3/2026).

Ansyar menjelaskan, salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mendongkrak literasi adalah dengan mengaktifkan kembali 24 perpustakaan desa dan taman baca masyarakat (TBM) di wilayah tersebut. Perpustakaan dan TBM ini telah menerima bantuan masing-masing 1.000 eksemplar buku dengan judul berbeda dari Perpustakaan Nasional.

“Tentunya program ini dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat termasuk anak-anak di Kabupaten Donggala,” tambahnya, berharap minat dan kegemaran membaca masyarakat dapat meningkat signifikan.

Disdikpora Donggala tidak berhenti di situ. Pihaknya terus berupaya meningkatkan capaian SPM agar Kabupaten Donggala dapat menembus tiga besar di Sulawesi Tengah. Target ambisius ini merupakan arahan langsung dari Bupati Donggala.

Untuk mencapai target tersebut, Ansyar telah menyiapkan sejumlah program strategis. Salah satunya adalah penguatan validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di seluruh satuan pendidikan. “Pada intinya Dapodik ini merupakan sistem pendataan utama yang terintegrasi dengan Kemendikdasmen dan menjadi acuan dalam perencanaan berbagai program peningkatan mutu pendidikan,” jelasnya.

Selain itu, Disdikpora juga akan segera melakukan asesmen terhadap tenaga pendidik dan kepala sekolah. Asesmen ini bertujuan untuk mengukur kompetensi serta memastikan kualitas kepemimpinan di setiap satuan pendidikan. “Salah satunya sekolah yang kepsek-nya masih pelaksana tugas atau sudah mau selesai maka segera kita gantikan dengan orang lebih berkompeten,” tegas Ansyar.

Pemerataan distribusi tenaga pendidik juga menjadi perhatian serius. Ansyar menyebutkan, saat ini masih ada guru yang mengajar jauh dari tempat tinggalnya, yang dinilai berdampak pada efektivitas proses pembelajaran. “Dalam waktu dekat Dinas Pendidikan melakukan pemetaan tempat tinggal masing-masing guru dan kepala sekolah untuk mengatur lokasi mengajar tenaga pendidik dengan rumahnya,” tuturnya.

Berdasarkan Rapor Pendidikan yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), SPM Kabupaten Donggala pada tahun 2025 mencapai 63,58 dengan kategori Tuntas Muda. Capaian ini menunjukkan peningkatan sebesar 4,02 poin dibandingkan tahun 2024 yang hanya berada di angka 59,56 dengan kategori Belum Tuntas dan menempati posisi ke-13 di Sulawesi Tengah.