Nama Tasya Farasya kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai konten “Halo kakak permisi, boleh spill skincare?” yang dibawakan Bunga Sartika memicu kontroversi. Pernyataan Tasya yang menyebut konten tersebut berbayar, berbuntut panjang dan menuai kritik dari sebagian warganet.

Kritik tersebut semakin memanas setelah Bunga Sartika memutuskan mengundurkan diri sebagai host. Tasya Farasya dituding “mematikan rezeki” sesama beauty vlogger yang mencari nafkah melalui endorsement.

Tak sedikit pula komentar sinis yang meragukan Tasya benar-benar menggunakan semua produk yang bekerja sama dengannya, terutama merek lokal. Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan bahkan menyebut, “Mana mau sih dia pakai brand lokal?”

Manajer Tasya Farasya Buka Suara

Menanggapi tudingan tersebut, manajer Tasya Farasya, Galih Soedirdjo, angkat bicara melalui akun Threads pribadinya pada Sabtu (28/2/2026). Galih membeberkan proses ketat yang dilalui Tasya dalam menerima kerja sama endorsement.

“FYI: gak semua produk itu kita terima kerja sama dan banyak banget yang udah kita tolak kalau gak cocok,” tulis Galih, menjelaskan bahwa selektivitas adalah kunci dalam setiap kerja sama.

Sebagai bukti, Galih membagikan tangkapan layar percakapan penolakan kerja sama. Dalam salah satu kasus, Tasya disebut menolak produk yang menyebabkan bibirnya mengelupas dan kering setelah diuji coba.

Galih menjelaskan bahwa setiap produk akan diuji oleh Tasya dan timnya sebelum keputusan diberikan kepada merek. “Kebetulan kemarin kita coba di dua tim, yang satu agak purging, yang satu nggak terlalu ada efek. Makanya Kak Tasya simpulkan untuk produknya belum cocok,” jelasnya dalam pesan penolakan tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa Tasya tidak membeda-bedakan merek, baik lokal maupun internasional. Bahkan, merek besar dengan anggaran kampanye yang besar sekalipun dapat ditolak jika produknya tidak sesuai. “Walaupun brandnya gede, walaupun budgetnya ada. Kita literally nolak brand kalau produknya gak work di Tasya,” tegas Galih.

Bagi Tasya, kepercayaan audiens adalah prioritas utama yang jauh lebih berharga dibandingkan bayaran kampanye. “Jadi bukan soal dibayar atau enggak. Karena trust itu lebih mahal dari fee campaign,” pungkasnya.

Permintaan Maaf dan Komitmen Transparansi

Di sisi lain, Tasya Farasya sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas cara penyampaian pernyataannya terkait konten Bunga Sartika. Ia mengakui bahwa penyampaiannya kurang bijak sehingga menimbulkan dampak yang luas.

“Aku pun respect pada sesama content creator, namun aku juga akan tetap bersikap FIRM dengan seluruh values dan transparansi dalam endorsement yang aku pegang,” tulis Tasya, menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai dan transparansi.

Kontroversi ini memicu perdebatan lebih luas mengenai transparansi endorsement di kalangan beauty influencer. Sebagian mendukung sikap tegas Tasya soal kejujuran, sementara lainnya menilai isu tersebut seharusnya disampaikan dengan cara yang lebih bijaksana.

sumber gambar: Instagram/@tasyafarasya