Tim bulu tangkis Taiwan berhasil membawa pulang dua gelar juara dari turnamen bergengsi All England 2026 yang berakhir pada Minggu (8/3) di Utilita Arena Birmingham. Sementara itu, tiga gelar lainnya berhasil diamankan oleh wakil dari China, Korea, dan Malaysia, menandai dominasi Asia dalam ajang tersebut.
Kejutan Ganda Campuran dan Sejarah Tunggal Putra Taiwan
Dua gelar bagi Taiwan dipersembahkan oleh pasangan ganda campuran Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan dan tunggal putra Lin Chun-yi. Kemenangan Ye/Nicole menjadi sorotan setelah mereka secara mengejutkan menaklukkan wakil Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dalam dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-18.
Raihan ini terbilang di luar dugaan mengingat performa Ye/Nicole pada edisi All England 2025, di mana pasangan peringkat 15 dunia itu harus tersingkir di babak pertama. Peningkatan signifikan ini menunjukkan persiapan matang mereka.
Gelar kedua Taiwan datang dari sektor tunggal putra melalui Lin Chun-yi. Pebulu tangkis kelahiran 2 Oktober 1999 ini sukses mengalahkan wakil India, Lakshya Sen, dengan skor ketat 21-15 dan 22-20. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan Lin sebagai juara, tetapi juga mencetak sejarah sebagai tunggal putra pertama asal Taiwan yang berhasil menjuarai All England.
Sebelumnya, Taiwan hanya mampu meraih gelar juara All England dari sektor tunggal putri, yang didominasi oleh Tai Tzu Ying pada tahun 2017, 2018, dan 2020.
Dominasi Asia di Tiga Sektor Lain
Dengan dua gelar yang diamankan Taiwan, tiga gelar juara tersisa di All England 2026 berhasil diperebutkan oleh wakil dari Korea, China, serta Malaysia. Hal ini menegaskan kekuatan bulu tangkis dari negara-negara Asia di panggung internasional.
