PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) mencatatkan kinerja positif pada triwulan I tahun 2026, dengan Cabang Tanjung Priok menjadi kontributor utama pendapatan dan volume bongkar muat (throughput). Kontribusi signifikan ini menegaskan peran vital pelabuhan tersebut dalam mendukung kelancaran logistik nasional.
Pada periode Januari hingga Maret 2026, Cabang Tanjung Priok menyumbang sebesar 58,82 persen dari total pendapatan PTP Nonpetikemas. Dari sisi throughput, kontribusinya mencapai 32,4 persen dari keseluruhan throughput PTP Nonpetikemas pada triwulan pertama tahun ini.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Budi Utoyo, menjelaskan bahwa kinerja Cabang Tanjung Priok juga impresif dalam lingkup SPMT Group. “Sedangkan capaian secara SPMT Group, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok catatkan kinerja yang impresif dengan throughput mencapai 4,03 juta ton/m³, atau setara 14 persen dari total throughput dari layanan multi terminal secara group sebesar 27,64 juta ton/m³,” ujar Budi dalam acara Media Visit PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Budi menambahkan, secara tahunan (year-on-year), capaian throughput tersebut mengalami kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 12,08 juta ton. Lonjakan ini didominasi oleh layanan general cargo sebesar 8,49 juta ton, serta didukung oleh peningkatan komoditas curah kering (4,45 juta ton), curah cair (1,4 juta ton), dan bag cargo (62,3 ribu ton).
“Realisasi throughput Cabang Tanjung Priok hingga Triwulan I 2026 menjadi bukti konsistensi kami dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional. Dengan hasil di atas target, Tanjung Priok semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak kinerja PTP Nonpetikemas,” tegas Budi.
Tanjung Priok Fondasi Utama Pencapaian Nasional
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Direktur Komersial & Pengembangan Usaha sekaligus Plt. Direktur Operasi PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmad Toto S, menegaskan bahwa Cabang Tanjung Priok merupakan fondasi utama pencapaian throughput nasional. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan multipurpose melalui optimalisasi produktivitas, penerapan sistem digital PTOS-M, dan pemutakhiran fasilitas.
“Didukung SDM yang tersertifikasi, kami yakin Tanjung Priok akan terus menjadi rujukan operasional di industri kepelabuhanan,” ujar Toto.
Pada segmen general cargo, Cabang Tanjung Priok menempati peringkat pertama di SPMT Group hingga Triwulan I 2026, dengan realisasi kumulatif 4.024 atau sekitar 130 persen dari target sebesar 3.097. Pencapaian ini menjadikannya kontributor utama pada lini tersebut.
Selain capaian trafik, Cabang Tanjung Priok juga mencatat perbaikan signifikan dalam produktivitas bongkar muat, yang berkontribusi pada kinerja konsolidasi PTP Nonpetikemas. Hal ini selaras dengan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan yang efisien, aman, dan kompetitif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui Pelabuhan Tanjung Priok sebagai simpul utama distribusi logistik.
Dukungan Infrastruktur dan Fasilitas Lengkap
Pertumbuhan kinerja ini mencerminkan kuatnya peran PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok sebagai pilar utama operasional, yang didukung oleh kesiapan infrastruktur, kelengkapan fasilitas, serta keandalan layanan dalam menangani beragam komoditas.
PTP Nonpetikemas, sebagai anak usaha PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) bagian dari Pelindo Group, optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan terus memperkuat kontribusinya bagi kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
Cabang Tanjung Priok mengoperasikan terminal multipurpose yang melayani berbagai macam komoditas, meliputi general cargo (seperti steel product, pulp, dan barang konstruksi), curah kering (pasir, batubara, raw sugar, semen, dan pupuk), curah cair (crude palm oil/CPO dan turunannya), serta unitized dan hewan (alat berat, mobil, motor, dan sapi).
Fasilitas dermaga yang dimiliki PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok meliputi Wilayah 1 sepanjang 1.639 meter dengan kedalaman maksimal -7 MLWS, dan Wilayah 2 sepanjang 1.675 meter dengan kedalaman maksimal -12 MLWS. Selain itu, tersedia pula lapangan penumpukan seluas 158.342 M² dan gudang penumpukan seluas 26.191 M².
Untuk menunjang kegiatan bongkar muat, Cabang Tanjung Priok dilengkapi dengan berbagai peralatan modern, di antaranya 11 unit GLC, 8 unit hopper, 8 unit grab, 1 unit forklift 7 ton, dan 9 unit jembatan timbang.
