Suasana haru masih menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin (9/3/2026). Makam musisi Vidi Aldiano tampak ramai dikunjungi keluarga, kerabat, dan sahabat. Di antara pelayat, terlihat kedua orang tua Vidi, Besbarini dan Harry Kiss, yang datang dengan raut wajah lelah dan mata sembab.
Dengan suara yang masih bergetar, Besbarini menceritakan momen-momen terakhir saat putra sulungnya mengembuskan napas pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 16.33 WIB. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas ketenangan kepergian Vidi.
“Alhamdulillah tenang, semuanya tenang dan berjalan dengan lancar tanpa hambatan,” ujar Besbarini. Ia menambahkan bahwa seluruh keluarga telah berkumpul di sisi Vidi pada saat-saat terakhir tersebut.
Ibunda Vidi menegaskan bahwa putranya berpulang dengan damai, dikelilingi oleh keluarga yang mencintainya. Termasuk sang istri, Sheila Dara Aisha, yang disebutnya selalu setia mendampingi Vidi semasa hidupnya.
“Istrinya juga sangat setia. Alhamdulillah saya punya menantu baik sekali. Adik-adiknya Vidi yang sangat luar biasa. Vidi pergi dengan sangat-sangat tenang,” ungkap Besbarini, memuji kesetiaan menantunya.
Seperti diketahui, kepergian Vidi Aldiano adalah akibat penyakit kanker ginjal yang telah dideritanya sejak tahun 2019. Sheila Dara Aisha menjadi saksi dan pendamping setia Vidi dalam perjuangan melawan penyakit tersebut hingga detik-detik terakhirnya.
Meski diliputi kesedihan mendalam, Besbarini kini merasa lega karena sang putra meninggal dengan tenang, dalam pelukan keluarga dan orang-orang terkasih. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh penggemar yang telah mendukung perjalanan karier Vidi Aldiano.
Besbarini berharap doa dari masyarakat terus mengalir untuk Vidi Aldiano agar almarhum senantiasa tenang di sisi Allah SWT. “Tante mau mengucapkan terima kasih dengan segala dukungan Vidi selama berkarya, bertempur, perjuangan Vidi yang dari luar sempat mampir ke sini, yang sempat mampir mendoakan,” pungkasnya.
