Syaifuddin Zuhri resmi mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya setelah dilantik dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya pada Rabu, 6 Mei 2026. Usai pelantikan, Syaifuddin langsung menegaskan komitmennya untuk membangun lembaga legislatif yang lebih komunikatif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dalam pernyataan pertamanya, Syaifuddin Zuhri menekankan pentingnya komunikasi intensif dengan seluruh elemen. “Yang paling dekat saat ini bagaimana saya melakukan komunikasi dengan seluruh 50 anggota dewan. Nanti juga kami akan silaturahmi dengan forkopimda, tokoh masyarakat hingga LSM,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbukaan terhadap masukan dari berbagai pihak menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Syaifuddin berharap, pelibatan berbagai elemen dapat menghasilkan pembahasan pembangunan Surabaya yang komprehensif. “Kita butuh banyak saran dan pendapat. Supaya bicara tentang Surabaya itu bisa menyeluruh dan tepat sasaran,” tegasnya.
Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi dan Infrastruktur
Terkait rencana pembiayaan melalui skema pinjaman daerah atau Mekanisme Pendanaan Pembangunan Daerah (MPAK), Syaifuddin mengakui bahwa pembahasan detail belum dilakukan. Namun, ia memastikan bahwa arah kebijakan tersebut akan difokuskan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi kota.
“Pembahasannya belum detail. Tapi yang jelas pembiayaan itu untuk pekerjaan yang berpengaruh pada kemajuan ekonomi, termasuk pembangunan jalan dan lainnya,” jelas Syaifuddin. Ia juga menyoroti kondisi ekonomi global yang tidak menentu, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah, yang menurutnya menjadikan percepatan pembangunan sebagai langkah realistis dibanding menunda proyek.
“Kalau ditunda 3 sampai 5 tahun, harga pasti berubah. Maka pembiayaan ini harus tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya, menekankan urgensi pelaksanaan proyek-proyek strategis.
Revitalisasi Pasar dan Pengawalan Fraksi
Selain infrastruktur, revitalisasi pasar turut menjadi salah satu fokus utama kepemimpinan Syaifuddin. Penataan pasar dinilai krusial untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertib bagi pedagang maupun pembeli. “Pasar ini akan kita benahi. Termasuk pemisahan aktivitas pemotongan unggas agar tidak bercampur dengan area jual beli,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono, memastikan pihaknya akan memberikan dukungan sekaligus mengawal jalannya kepemimpinan Syaifuddin Zuhri. “Kami akan mengawal semua kegiatan dan permasalahan masyarakat. Insya Allah kita bangun sinergi dan kolaborasi,” kata Budi.
Budi Leksono juga menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil di DPRD memiliki dampak besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap seluruh kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada rakyat. “Setiap ketukan palu itu sangat bermakna. Harapannya bisa membantu masyarakat dengan asas keadilan,” pungkasnya.
