Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) justru mencatatkan prestasi signifikan. Provinsi termuda di Pulau Sulawesi ini berhasil meraih predikat terbaik se-Sulawesi dalam upaya menekan angka pengangguran.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK). Namun, dalam pidatonya, pria yang akrab disapa SDK itu menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif, bukan prestasi individu pimpinan.
“Penghargaan ini bukan untuk saya. Ini anugerah untuk kita semua, rakyat Sulawesi Barat,” ujar Suhardi dalam keterangannya, Sabtu (30/5).
Resep Kolaborasi Lintas Sektor
Suhardi mengungkapkan bahwa keberhasilan Sulbar menekan angka pengangguran bukan merupakan hasil dari langkah instan. Menurutnya, hal ini adalah buah dari inovasi berkelanjutan yang melibatkan Pemerintah Provinsi, enam pemerintah kabupaten, serta sektor swasta.
“Ini bukti kolaborasi. Bukan kerja sendiri. Pemerintah provinsi berinovasi, kabupaten bergerak, dan pengusaha ikut membuka pintu kerja selebar-lebarnya,” tegas SDK.
Sebagai catatan prestasi tambahan, saat ini angka kemiskinan di Sulawesi Barat telah menyentuh kisaran 3 persen, sebuah angka yang berada di bawah rata-rata nasional.
Fokus Perlindungan Buruh dan Penurunan Kemiskinan
Meski telah meraih predikat terbaik di regional Sulawesi, Suhardi Duka menyatakan pihaknya tidak akan berpuas diri. Ia menjadikan penghargaan ini sebagai momentum untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang lebih besar, yakni menekan angka kemiskinan lebih dalam lagi.
Selain fokus pada angka pengangguran, Pemerintah Provinsi Sulbar kini tengah menyusun strategi penguatan perlindungan bagi angkatan kerja. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas ekonomi para pekerja di wilayah tersebut tetap terjaga dari ancaman PHK massal.
“Kami lindungi para pekerja. Mereka harus bisa bekerja dengan baik, berkelanjutan, dan tidak putus di tengah jalan,” pungkasnya.
