Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Timur hari ini, Sabtu (31/1/2026), menggelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad NU Miladiyah di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Pelaksanaan di kawasan ibu kota baru tersebut dinilai memiliki makna strategis sekaligus historis bagi perjalanan NU ke depan.

Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU Miladiyah PWNU Kaltim, KH Buhori Noer, menegaskan bahwa pemilihan IKN sebagai lokasi peringatan bukan sekadar bersifat simbolik. Menurutnya, IKN merepresentasikan arah masa depan bangsa yang sejalan dengan peran NU memasuki abad kedua pengabdiannya.

IKN sebagai Tonggak Sejarah Penguatan Peran NU

“Pemilihan IKN sebagai lokasi peringatan Harlah 1 Abad NU Miladiyah bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi tonggak sejarah penguatan peran NU memasuki abad kedua, seiring dengan IKN sebagai simbol masa depan Indonesia,” ujar Buhori.

Menjelang agenda puncak di IKN, panitia telah merampungkan sejumlah rangkaian kegiatan bernuansa spiritual dan historis. Salah satunya adalah kegiatan Napak Tilas Muassis NU yang dilaksanakan di Jawa Timur pada 2–4 Januari 2026.

Dalam rangkaian napak tilas tersebut, panitia melakukan ziarah ke makam para pendiri NU di sejumlah daerah. Lokasi ziarah meliputi Bangkalan, Jombang, Surabaya, dan Situbondo. Ziarah ini menjadi upaya menelusuri jejak perjuangan tokoh-tokoh besar NU.

  • Syaichona KH Muhammad Cholil
  • Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari
  • KH Raden As’ad Syamsul Arifin

Buhori menjelaskan, peringatan satu abad ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan NU sejak resmi berdiri pada 16 Rajab 1344 Hijriah atau 31 Januari 1926. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meneladani spirit para muassis dan masyayikh NU.

“Peringatan satu abad ini menjadi momentum refleksi perjalanan NU sejak resmi berdiri pada 16 Rajab 1344 Hijriah atau 31 Januari 1926, sekaligus meneladani spirit para muassis dan masyayikh NU,” jelas Buhori.

Ia menegaskan, nilai perjuangan para pendiri NU tersebut menjadi fondasi penting agar NU tetap konsisten berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara. “Spirit perjuangan para muassis NU inilah yang ingin terus kita hidupkan, agar NU tetap istiqamah berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Agenda Utama di Ibu Kota Nusantara

Sebagai agenda utama di Ibu Kota Nusantara, NU Kalimantan Timur akan menggelar beberapa kegiatan. Agenda tersebut meliputi Istighosah Kebangsaan, diskusi keagamaan, serta refleksi peran NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejumlah tokoh nasional dan ulama dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.

Melalui peringatan satu abad NU Miladiyah ini, NU menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Selain itu, NU juga memperkuat perannya dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju peradaban yang bermartabat.