LOMBOK BARAT – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memperkuat komitmennya menjaga keselamatan masyarakat dan keandalan pasokan listrik selama bulan suci Ramadan. Melalui tim Srikandi PLN dari Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Mataram, sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan (K2) gencar dilakukan di Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (11/03/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap potensi bahaya listrik, khususnya di sekitar infrastruktur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Edukasi difokuskan pada pemahaman jarak aman beraktivitas di sekitar jaringan transmisi guna mencegah risiko kecelakaan fatal.

Srikandi PLN Turun Langsung ke Permukiman Warga

Para Srikandi PLN turun langsung menyambangi permukiman warga yang berada di bawah bentangan SUTT. Mereka memberikan penjelasan secara persuasif mengenai pentingnya mematuhi ruang bebas (Right of Way/ROW) di area tersebut. Larangan yang ditekankan meliputi bermain layang-layang menggunakan kawat di dekat jalur transmisi, mendirikan bangunan permanen, menanam pohon tinggi, serta melakukan pembakaran sampah di sekitar tower listrik.

Manajer UPT Mataram, Anung Hermawan, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan PLN. Tujuannya adalah memastikan aspek keselamatan berjalan seiring dengan keandalan sistem kelistrikan, terutama menjelang dan selama Ramadan.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Edukasi ini penting agar warga memahami bahwa menjaga jarak aman di sekitar SUTT bukan sekadar aturan, tetapi langkah perlindungan terhadap keselamatan jiwa dan aset masyarakat,” tegas Anung.

Pendekatan Humanis untuk Kesadaran Kolektif

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengapresiasi inisiatif tim Srikandi PLN. Menurutnya, pendekatan humanis yang dilakukan para Srikandi terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.

“Kami memastikan bahwa keandalan listrik selama Ramadan hingga Idul Fitri didukung tidak hanya oleh kesiapan sistem, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat. Edukasi keselamatan seperti ini adalah bagian dari komitmen PLN UIW NTB dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang aman,andal, dan berkelanjutan,” ujar Sri Heny.

PLN UIW NTB mencatat bahwa sosialisasi di Desa Kuranji mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Warga menyatakan komitmennya untuk mematuhi ketentuan ruang bebas dan turut menjaga infrastruktur kelistrikan demi kepentingan bersama. Sinergi antara PLN dan masyarakat diharapkan dapat mewujudkan sistem kelistrikan yang aman, nyaman, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri.