Tim gabungan dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Kemenko Bidang Pangan meninjau kesiapan layanan di Terminal Gilimas, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa (3/2). Kunjungan ini bertujuan memastikan kelancaran distribusi ternak menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antarwilayah, Djoko Hartoyo, memimpin peninjauan bersama Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri, Ridky Irfan. Mereka mengevaluasi langsung fasilitas sandar kapal, pola bongkar muat kendaraan, serta pengaturan arus truk pengangkut hewan kurban di area pelabuhan.
Peninjauan lapangan ini merupakan langkah mitigasi dini pemerintah untuk mengantisipasi potensi lonjakan distribusi hewan kurban yang diperkirakan meningkat signifikan pada periode puncak menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Pemerintah menilai kesiapan infrastruktur pelabuhan menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran arus logistik ternak dari NTB ke berbagai daerah tujuan, terutama Pulau Jawa.
Koordinasi Lintas Sektor dan Tantangan Kapasitas
Dalam agenda tersebut, tim juga menggelar rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan. Hadir dalam rapat tersebut antara lain operator pelabuhan, Balai Karantina, Dinas Peternakan Provinsi NTB, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, serta Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Forum ini membahas proyeksi pergerakan ternak, kapasitas layanan pelabuhan, serta strategi pengendalian kepadatan berbasis kondisi riil di lapangan.
Pemerintah menekankan pentingnya sinkronisasi jadwal keberangkatan kapal dengan kedatangan truk pengangkut ternak. Hal ini bertujuan menekan waktu tunggu dan mencegah penumpukan kendaraan di area terminal.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Branch Lembar, Kunto Wibisono, menjelaskan bahwa kapasitas ruang tunggu kendaraan di Terminal Gilimas mencapai sekitar 100 truk. Namun, kapasitas tersebut digunakan bersama dengan kendaraan logistik lainnya dan tidak dikhususkan untuk truk pengangkut hewan.
Kunto menyarankan agar dinas terkait menyiapkan area penyangga (buffer zone) di luar kawasan pelabuhan. Area ini dapat difungsikan sebagai lokasi pemberian pakan (feeding) dan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum kendaraan memasuki area terminal. “Kedatangan truk pengangkut ternak perlu difilter dari daerah asal sesuai jadwal kedatangan kapal di Gilimas agar waktu tunggu di pelabuhan bisa ditekan,” ujar Kunto.
Selain itu, ia mengusulkan alternatif layanan pengangkutan langsung dari pelabuhan asal seperti Bima dan Dompu menuju Pulau Jawa. Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan beban arus kendaraan dan mengurangi potensi kepadatan di Terminal Gilimas. Menurut Kunto, langkah tersebut bersifat antisipatif untuk menjaga kelancaran operasional serta memastikan distribusi hewan kurban dari NTB tetap terkendali dan memenuhi aspek kesejahteraan hewan.
Komitmen Pelayanan dan Sinergi Pemerintah
Manajemen Pelindo Multi Terminal Branch Lembar menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan kendaraan pengangkut ternak berjalan tertib, aman, dan sesuai standar operasional. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama instansi teknis dan aparat pengawasan guna menjamin kelancaran arus kendaraan serta meminimalkan risiko kepadatan selama periode puncak distribusi ternak menjelang Idul Adha 2026.
Pemerintah berharap sinergi lintas sektor ini mampu menjaga stabilitas pasokan hewan kurban, memperlancar distribusi logistik pangan, serta mendukung kelancaran arus transportasi laut di NTB pada momentum hari besar keagamaan nasional.
sumber gambar: gesit.id
