Aktris Sonya Fatmala dan suaminya, Hengky Kurniawan, mengungkapkan kemarahan serta kesedihan mendalam setelah menyaksikan video kekerasan terhadap anak di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di Yogyakarta. Sonya mengaku sempat melihat rekaman yang belum disensor, membuat perasaannya sebagai ibu sangat terpukul dan hancur.
“Sedih banget sih, malah aku sempat lihat juga yang nggak disensor. Jadi emang… potek (patah hati) banget. Sebagai seorang ibu ya, maksudnya sedih banget lah gitu,” kata Sonya Fatmala ditemui pada Senin (27/4/2026). Ia berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan tegas bagi siapapun yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. “Mudah-mudahan semua yang terlibat di sana mendapatkan hukuman yang setimpal dan mudah-mudahan nggak ada lagi kejadian-kejadian yang memilukan hati kita semua.”
Munculnya kasus ini, menurut Sonya, secara signifikan meningkatkan kewaspadaan dirinya sebagai orang tua. Ia menekankan bahwa pengawasan langsung dari orang tua adalah hal yang tidak bisa digantikan oleh pihak manapun, terutama bagi anak-anak usia dini yang masih sangat membutuhkan perhatian.
Istri mantan Bupati Bandung Barat itu secara blak-blakan menyatakan tidak pernah menggunakan jasa daycare selama membesarkan anak-anaknya. Ia memegang teguh prinsip untuk mengasuh buah hatinya secara langsung, setidaknya hingga mereka mencapai usia dua tahun.
“Nggak pernah sama sekali. Karena sebelumnya kan emang takut, was-was… Aku memang udah komitmen sejak punya anak, memang sampai 2 tahun itu aku pegang langsung,” tutur Sonya. Ia menambahkan, “Jadi pasti aku lebih baik repot bawa-bawa daripada menitipkan tapi hatinya nanti nggak tenang. Sampai mereka udah TK lah baru bisa dititipin.”
Kini, seiring bertambahnya usia anak-anaknya yang sudah masuk sekolah dasar, Sonya merasa sedikit lebih tenang untuk menjalankan aktivitas di luar rumah. Hengky Kurniawan menimpali, “Kalau anak mah udah SD,” menandakan fase kemandirian anak yang membahagiakan, namun tetap memerlukan pantauan ketat.
