Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk memperkuat optimalisasi perdagangan karbon di wilayahnya. Langkah ini diambil guna memaksimalkan potensi Cagar Biosfer Lore Lindu yang luas, sekaligus memastikan pelestarian hutan memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Komitmen Sigi untuk Ekonomi Karbon Berkelanjutan
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menegaskan komitmen pemerintah daerah. “Tentunya sebagai daerah yang memiliki aset besar dalam Cagar Biosfer Lore Lindu, pemerintah daerah berkomitmen agar pelestarian hutan tidak hanya menjaga ekologi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan jasa lingkungan yang berkelanjutan,” kata Samuel Yansen Pongi di Sigi, Minggu (15/3/2026).
Samuel menekankan pentingnya peran masyarakat lokal dalam tata kelola ini. “Harapannya masyarakat Sigi dapat menjadi aktor utama dalam tata kelola karbon tersebut dengan tagline hutan terjaga dan rakyat sejahtera,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan KLH sangat krusial untuk mempercepat implementasi nilai ekonomi karbon yang transparan dan berdampak luas bagi pembangunan daerah yang ramah lingkungan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis potensi sumber daya alam, dengan tetap melibatkan masyarakat adat. “Ke depan keterlibatan masyarakat adat dalam perdagangan karbon bisa memastikan keadilan dan keberlanjutan di daerah tersebut,” tambah Samuel.
Kabupaten Sigi memiliki potensi besar dalam perdagangan karbon berkat luasnya tutupan hutan yang signifikan di wilayahnya.
