Persebaya Surabaya berhasil menundukkan tamunya, PSBS Biak, dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiga poin bagi Bajul Ijo, tetapi juga memastikan Badai Pasifik terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Meskipun berakhir dengan skor meyakinkan, Persebaya sempat menghadapi kebuntuan di babak pertama. Sejak awal laga, tim asuhan Bernardo Tavares sebenarnya langsung melancarkan tekanan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat gol tak kunjung tercipta.
Memasuki pertengahan babak pertama, ritme permainan Persebaya justru menurun. Aliran bola menjadi lambat dan mudah dibaca oleh pertahanan lawan, memberikan ruang bagi PSBS Biak untuk mengembangkan permainan. Transisi cepat dan skema bola mati dari tim tamu beberapa kali mengancam lini belakang Persebaya, meski beruntung masih mampu diredam.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui kesulitan yang dialami timnya di paruh pertama. “Ini bukan pertandingan yang mudah. Kami punya peluang di awal tapi tidak menjadi gol. Setelah itu mereka punya satu-dua transisi dan bola mati yang berbahaya,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan.
Perubahan Taktik dan Intensitas di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persebaya langsung mengubah pendekatan permainan. Tempo pertandingan ditingkatkan secara signifikan, sirkulasi bola dibuat lebih cepat, dan pergerakan tanpa bola para pemain jauh lebih hidup. Perubahan strategi ini langsung membuahkan hasil, dengan gol pertama yang akhirnya lahir dan menjadi titik balik penting dalam pertandingan.
Setelah gol pembuka, Persebaya semakin leluasa mengontrol jalannya pertandingan. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan, menghasilkan tambahan gol yang memastikan kemenangan besar. Francisco Rivera dan Milos Raickovic menjadi aktor penting dalam pesta gol Bajul Ijo sore itu.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Persebaya, terutama di babak kedua. Tim tuan rumah mencatatkan total 29 tembakan, dengan 14 di antaranya tepat sasaran. Selain itu, Persebaya juga berhasil menciptakan 18 kreasi peluang, yang menggambarkan betapa derasnya tekanan yang mereka berikan sepanjang laga.
Menurut pelatih asal Portugal itu, perbedaan mencolok antara dua babak terletak pada intensitas permainan. Gol pertama dan kedua menjadi kunci terbukanya pertandingan. “Di babak pertama setelah 20-25 menit kami terlalu lambat. Lawan jadi mudah membaca arah permainan kami. Di babak kedua kami menunjukkan intensitas lebih, bola bergerak lebih cepat, dan pemain pengganti memberi karakter berbeda,” jelas Tavares.
Kemenangan telak ini membawa Persebaya naik ke posisi keempat klasemen sementara Super League dengan koleksi 51 poin. Hasil positif ini sekaligus menjaga asa Bajul Ijo untuk terus bersaing di papan atas kompetisi.
