Figur publik Satria Mahathir, yang dikenal dengan julukan “Cogil”, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait dugaan kasus penipuan jual beli iPhone. Pernyataan ini muncul menyusul ramainya keluhan konsumen di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Klarifikasi dan Pengakuan Kesalahan

Melalui unggahan video klarifikasinya, Satria menyatakan permohonan maaf tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat, khususnya kalangan generasi Z. Ia menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan tanggung jawab dirinya beserta tim internal yang mengelola bisnis tersebut.

“Gua Satria Mahathir AKA Cogil ingin menyampaikan permohonan maaf dari lubuk hati gua yang paling dalam mewakilkan personal asisten dan tim internal gua atas apa yang sudah terjadi,” ujar Satria.

Dalam keterangan tersebut, Satria mengakui adanya kesalahan dalam pengiriman unit ponsel kepada para pembeli. Ia membenarkan bahwa barang yang sampai ke tangan konsumen tidak sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan pada saat transaksi awal.

“Pihak gua telah mengirimkan sejumlah barang yang berupa iPhone HDC dan iPhone yang unitnya tidak sesuai dengan spesifikasi kepada para pembeli,” lanjutnya.

Kronologi Dugaan Penipuan

Kasus ini mencuat ke publik setelah seorang pengguna media sosial dengan akun @zekse membagikan pengalamannya. Korban mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp8,5 juta untuk pembelian satu unit iPhone 15 Pro Max, namun hanya menerima unit dummy atau ponsel pajangan.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan korban, transaksi bermula dari kepercayaan karena sebelumnya pernah membeli produk lain dari Satria. Namun, setelah uang ditransfer, korban mengaku langsung diblokir oleh akun media sosial milik sang influencer.

Klaim Kondisi Finansial Terpuruk

Menanggapi tuntutan pengembalian dana, Satria memberikan penjelasan mengenai kondisi finansialnya saat ini. Ia mengklaim tidak dapat langsung mengganti kerugian tersebut karena alasan ekonomi yang sedang terpuruk.

“Untuk itu gua minta waktu dan pengertiannya untuk riset total dari awal karena saat ini gua telah dimiskinkan oleh keadaan,” ungkap Satria.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa rentetan kejadian belakangan ini telah berdampak signifikan pada kehidupan pribadinya. Satria mengaku telah kehilangan sumber penghasilan utama yang selama ini menopang gaya hidupnya.

“Gua telah kehilangan pekerjaan dan pasangan gua,” tambahnya. Selain kehilangan pekerjaan, Satria juga mengklaim telah menjual aset-aset miliknya. Mobil mewah bermerek BMW yang kerap muncul dalam konten-konten sebelumnya disebut sudah tidak lagi ia miliki demi menutupi beban finansial.

Respons Publik dan Perkembangan Kasus

Meskipun telah memberikan klarifikasi, respons publik terpantau terbelah di kolom komentar media sosial. Sebagian pengguna meminta proses hukum tetap berjalan mengingat jumlah korban yang diduga mencapai puluhan hingga ratusan orang.

Para korban melalui komunitas daring kini mulai mengumpulkan bukti-bukti transaksi untuk memperkuat laporan kepada pihak berwajib. Mereka menilai permintaan waktu yang diajukan Satria tidak menghapus unsur pidana dari dugaan penipuan tersebut.

Di sisi lain, muncul analisis dari beberapa pembuat konten yang menduga bahwa rangkaian peristiwa ini merupakan bagian dari upaya mempertahankan popularitas. Namun, klaim “dimiskinkan oleh keadaan” yang diucapkan Satria tetap menjadi informasi utama dalam klarifikasi tersebut.

Sebagai informasi latar belakang, Satria Mahathir merupakan kreator konten yang sering memicu kontroversi lewat pernyataan gaya hidup. Sebelum kasus penipuan ini, ia beberapa kali berurusan dengan masalah hukum yang juga sempat menjadi sorotan nasional.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai skema pengembalian uang kepada para korban. Pihak kepolisian juga belum merilis pernyataan resmi terkait status hukum Satria Mahathir dalam dugaan kasus penipuan jual beli daring ini.