Sebuah rumah berlantai dua milik pasangan suami istri lanjut usia (lansia) di Jalan Monumen Emmy Saelan III, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan, ludes terbakar pada Senin (18/5/2026) siang. Beruntung, kedua penghuni yang dalam kondisi sakit-sakitan berhasil dievakuasi warga sebelum api membesar.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 13.57 WITA. Saat kejadian, kondisi cuaca di Makassar sedang diguyur hujan lebat. Pemilik rumah diketahui bernama H Hanafi Ceppe dan istrinya yang merupakan warga negara Indonesia keturunan Jerman.
Evakuasi Dramatis oleh Warga
Proses evakuasi pasangan lansia ini berlangsung dramatis. Nirma, salah seorang penghuni kos DD Oma yang berdekatan dengan lokasi kejadian, menuturkan bahwa warga sigap membantu.
“Tadi waktu kebakaran yang ada dalam rumah dua orang (pasutri), orang tua, semua lansia. Jadi dibantu sama warga keluar (rumahnya),” ujar Nirma kepada wartawan.
Menurut Nirma, awal mula kebakaran diketahui oleh warga yang sedang berada di bengkel di depan rumah korban. Area tersebut memang sering ramai karena aktivitas perbaikan kendaraan.
“Di depan rumah ramai karena ada bengkel, dari situ ada yang lihat asap di atap rumah. Warga lewat samping rumah, lalu evakuasi dua orang itu keluar rumah,” tambahnya.
Warga lain, Maghfira, yang juga penghuni kos, mengaku terkejut saat kejadian. “Saya lagi tidur, terus ada yang dobrak kamar. Terus disuruh keluar sama warga, karena kebakaran rumah di samping. Semua penghuni kamar kos diminta keluar. Terus saya ke depan bawa barang yang bisa dibawa,” cerita Maghfira.
Api Cepat Dipadamkan Berkat Hujan Deras
Setelah evakuasi, api dengan cepat membesar dan melalap atap rumah. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar segera merespons laporan tersebut.
Komandan Peleton (Danton) 3 Damkarmat Kota Makassar, Andi Haris, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan 10 unit armada pemadam kebakaran yang terdiri dari dua regu dari Mako, empat unit dari Posko Timur, dan satu unit rescue. Total 36 personel dikerahkan untuk memadamkan api.
“Tidak lama, pemadam datang. Apinya besar sekali (ke atap), lama terbakar sampai ada pemadam. Kebakaran tadi saat hujan deras. Seandainya tidak hujan, mungkin merembes sampai ke kos,” kata Nirma.
Beruntung, hujan lebat yang turun saat kejadian turut membantu proses pemadaman dan mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitarnya. Sekitar 30 menit setelah tim Damkar tiba di lokasi, api berhasil dikuasai.
“Untuk penyebabnya sementara masih dalam penyelidikan. Korban jiwa belum ada, luka juga tidak ada. Api dikuasai setengah jam setelah tim Damkar di lokasi kejadian,” papar Andi Haris.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
