Artis, presenter, sekaligus komedian Rina Nose baru-baru ini kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan alasannya tak ingin memiliki momongan. Setelah enam tahun membina rumah tangga dengan Josscy Aartsen, Rina mengaku diliputi kekhawatiran dan ketakutan terkait keputusan tersebut.
Pilihan hidup Rina Nose untuk tidak memiliki anak, atau yang dikenal dengan istilah childfree, memang sempat menjadi perbincangan hangat. Meskipun telah lama menikah, Rina menegaskan bahwa ia tidak terlalu memikirkan untuk memiliki keturunan.
Dalam sebuah perbincangan di podcast Comic 8 Revolution yang tayang pada 29 Januari 2026, Rina Nose secara terbuka menjelaskan alasan di balik keputusannya tersebut kepada Ivan Gunawan.
Ivan Gunawan membuka diskusi dengan pertanyaan yang sering muncul di media sosial. “Kan elu sering di sosmed ‘kenapa sih belum punya anak’ Kayak orang tu berasa dia yang (kawin). Padahal yang ngejalanin kan elu, yang ada kebutuhannya elu. Kadang memposisikan atau menjelaskan laki lu kalo di Indonesia ini yang bukan urusannya dia jadi urusan dia gimana?” tanya Ivan.
Rina Nose kemudian membandingkan situasi di Indonesia dengan di Eropa. “Kadang gua suka ngajak diskusi, kalo di Eropa temen-temen yang kamu tahu ada gak sih yang tanya hal ini,” jawab Rina. Ia melanjutkan, “Ternyata enggak. Di kehidupan di sana ya udah, elu pulang, elu kerja ya udah. Berteman ya berteman, kalau mau cerita ya cerita aja. Kalau cerita pun kita nyimak, denger aja cuman sekadar keluar.”
Kekhawatiran Kondisi Kejiwaan
Rina Nose secara jujur mengakui bahwa ia merasa khawatir dan takut jika memiliki buah hati. Kekhawatiran ini berakar dari pengalaman Rina yang sempat memiliki masalah kejiwaan di masa lalu.
Ia takut jika kondisi tersebut akan memengaruhi cara dirinya dalam merawat dan membesarkan anak. “Kita udah nyaman di kondisi ini sekarang,” sahut wanita asal Bandung tersebut.
Rina menjelaskan lebih lanjut tentang pertimbangannya. “Karena dari awal juga gua udah ngomong gini. Gua menyadari dulu kondisi kejiwaan gimana. Gua ke psikolog untuk konsultasi dalam kondisi gua gimana. Gua mempelajari, jangankan research impersonet aja se(detail) itu, apalagi untuk diri sendiri.”
“Nah itu pun yang jadi pertimbangan gua. Kalau misalnya gua ada anak nih, kondisi gua yang begini gua tahu dalam kondisi apa, gua akan bersikap gimana,” lanjutnya, menekankan betapa seriusnya ia memikirkan dampak potensial.
Selain itu, Rina juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tumbuh kembang sang anak kelak. Ia memikirkan bagaimana sang anak akan menghadapi kehidupannya, terutama saat beranjak dewasa dan dirinya tidak lagi muda.
“Gua takutnya ini nanti anak gua gimana akan menerima ini. Gua justru sudah mikirin sejauh itu untuk nanti tumbuh kembang, perkembangannya gimana, nanti lima tahun dari sekarang, 10 tahun ke depan. Saat anak gua beranjak dewasa, dia akan berada dalam kondisi yang kayak gimana. Gua sampai kepikiran sampai situ,” terang Rina Nose.
Meski memiliki kekhawatiran mendalam, Rina tidak menutup kemungkinan jika suatu saat ia hamil. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut pasti sudah dipikirkan matang-matang.
“Jadi kalau dibilang khawatir ya udah jelas khawatir. Kalaupun tiba-tiba besok lusa atau tahun depan tiba-tiba gua hamidun, ya udah. Toh ini sudah gua pikirkan sebelumnya,” lanjutnya.
Ivan Gunawan kemudian menimpali, “Oh sebenarnya lu juga ga menunda juga?” Rina Nose pun memberikan jawaban santai. “Enggak, bukan menunda lebih kebawa lupa aja. Mulai keinget aja ini mulai dibahas lagi, dibawa lupa aja,” pungkasnya.
