Richard Lee membantah tegas kabar yang menyebut dirinya pernah menawarkan atau meminta perdamaian kepada Dokter Detektif (Doktif). Pernyataan ini disampaikan di tengah polemik yang melibatkan keduanya dan telah memicu perdebatan panjang di ruang digital.
Melalui akun Instagram pribadinya, Richard Lee mengklarifikasi posisinya. Ia menegaskan tidak pernah mengajukan atau meminta bentuk perdamaian apa pun, sebagaimana yang ramai diberitakan.
Pengusaha klinik kecantikan itu juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melewati masa refleksi dan kini kembali menjalankan aktivitas profesionalnya. “Alhamdulillah, saya sudah kembali beraktivitas dan mulai bekerja seperti biasa. Waktu ini saya gunakan untuk banyak refleksi dan evaluasi,” tulis Richard Lee.
Periode tersebut, jelasnya, ia manfaatkan untuk introspeksi dan mengevaluasi berbagai aspek dalam pekerjaannya. Richard Lee mengaku ingin melakukan pembenahan agar dapat bekerja dengan lebih baik dan bertanggung jawab ke depannya.
Mulai pekan ini, seluruh operasional klinik serta pengembangan produk skincare miliknya kembali berjalan normal. Ia menyebut timnya tetap mendukung dan bekerja di tengah situasi sulit.
Richard Lee juga menyampaikan apresiasi kepada para pasien dan pelanggan yang masih memberikan kepercayaan terhadap layanan dan produknya. Kepercayaan tersebut, menurutnya, sangat berharga dan tidak dianggap remeh.
Ia turut memastikan bahwa seluruh produk skincare yang dikembangkannya telah terdaftar dan diawasi sesuai ketentuan serta regulasi yang berlaku. Aspek keselamatan konsumen dan kepatuhan terhadap aturan selalu menjadi prioritas utama dalam aktivitas profesionalnya.
Menutup klarifikasinya, Richard Lee memilih untuk tidak banyak berkomentar mengenai hal lain yang berkaitan dengan kasus tersebut. Ia menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Sebagai informasi, Richard Lee telah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Doktif terkait dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Kasus ini bermula dari perseteruan keduanya yang berujung pada saling lapor.
Sebelumnya, Doktif lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik pada 12 Desember 2025. Penetapan tersangka Doktif ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang diajukan oleh Richard Lee.
