Musisi sekaligus konten kreator Reza Arap secara mengejutkan mengumumkan keputusannya untuk pamit sementara dari program siaran langsung populer, Marapthon Season 3, pada awal Maret 2026. Langkah mendadak ini diambil di tengah berlangsungnya acara, memicu kebingungan dan kekhawatiran di kalangan penggemar setia.

Didiagnosis Depresi Berat, Bukan Karena Hasil Tes IQ

Arap mengklarifikasi bahwa alasan utama di balik pengunduran dirinya bukan karena hasil tes kecerdasan (IQ) yang sempat viral dengan skor 85. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah didiagnosis menderita Major Depressive Disorder atau gangguan depresi berat oleh tenaga profesional kesehatan. Informasi ini dikonfirmasi melalui konsultasi dengan psikolog dan psikiater yang menanganinya, menunjukkan adanya tekanan psikis signifikan yang memerlukan penanganan medis serius.

Selain diagnosis depresi, Reza Arap juga mengalami stres berat akibat beban kerja selama proses syuting. Kelelahan mental yang dirasakan selama menjalankan program streaming maraton menjadi pemicu utama kondisi tersebut. Momen kepergian Reza Arap dari lokasi streaming dilaporkan terjadi pada 6 Maret 2026, setelah ia berpamitan kepada rekan timnya. Cuplikan video merekam Arap meninggalkan studio dengan membawa tas ransel dan perlengkapannya.

Tepe, salah satu rekan timnya, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keputusan Arap untuk mengambil libur panjang. Menurut Tepe, stres yang dialami Arap sudah berada pada tingkat yang terlalu berat untuk dipikul sendirian, terutama dalam kondisi kesehatan yang tidak prima.

Duka Mendalam dan Tekanan Publik Memperparah Kondisi

Spekulasi juga muncul bahwa kelelahan mental ini berkaitan dengan duka mendalam yang dialami Arap setelah kehilangan beberapa orang terdekat di hidupnya. Kepergian sosok Lula dan Vidi disebut-sebut memberikan pengaruh besar terhadap kondisi psikis sang artis dalam beberapa bulan terakhir.

Tekanan eksternal dari publik juga menjadi faktor yang tidak bisa dikesampingkan dalam memburuknya kesehatan mental pria yang akrab disapa Arap ini. Belakangan, ia kerap menerima banyak hujatan dari netizen terkait berbagai hal yang dilakukannya selama tayangan program maraton tersebut. Salah satu pemicu utama gelombang hujatan adalah viralnya hasil tes IQ yang dilakukan di sela acara, yang memicu reaksi negatif dan cibiran masif.

Meskipun banyak yang mengaitkan keputusannya untuk pamit dengan hasil tes IQ tersebut, diagnosis medis menunjukkan masalah yang jauh lebih kompleks. Gangguan depresi berat yang dialaminya membuat respons Arap terhadap tekanan sosial menjadi lebih rentan dibandingkan dengan kondisi mental normal.

Dalam video klarifikasi singkat, rekan-rekannya menegaskan bahwa kondisi mental Arap memang sedang tidak sehat saat melakukan aktivitas streaming. Segala perilaku yang mungkin dianggap kontroversial oleh publik terjadi di bawah pengaruh kondisi Major Depressive Disorder yang dideritanya.

Di sisi lain, momen kepergian Reza Arap sempat dijadikan bahan pembicaraan oleh kreator konten Big Mo. Ia melontarkan pernyataan bernada lelucon mengenai keberadaan tempat tes kecerdasan di Madiun, yang secara tersirat mengarah pada sosok Arap.

Hingga saat ini, pihak manajemen maupun Reza Arap sendiri belum memberikan informasi pasti mengenai kapan ia akan kembali ke program Marapthon Season 3. Prioritas utama bagi personel Weird Genius itu sekarang adalah fokus sepenuhnya pada proses pemulihan kesehatan mental yang sedang dijalaninya.