Musisi sekaligus kreator konten Reza Arap menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin malam (27/4). Insiden maut yang melibatkan KRL rute Bekasi-Cikarang dan KA jarak jauh itu dilaporkan telah merenggut nyawa 15 penumpang perempuan.

Melalui siaran langsung Marapthon yang sedang digelarnya baru-baru ini, pria bernama asli Reza Octovian ini secara khusus menyinggung peristiwa kelam tersebut di hadapan para penonton. Ia merasa perlu memberikan imbauan moral kepada publik di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali lepas kendali saat terjadi musibah.

Pesan Empati dari Reza Arap

Reza Arap meminta dengan sangat agar masyarakat berhenti mengunggah maupun menyebarkan dokumentasi visual terkait kondisi para korban di lokasi kejadian. Personel Weird Genius tersebut menyadari bahwa di era sekarang, rekaman amatir berupa potongan fisik atau wajah korban sangat mudah tersebar luas melalui berbagai aplikasi pesan singkat.

“Gue mau pesan satu hal ya tentang kecelakaan KRL yang di Bekasi. Tolong jangan ngepost atau menyebarkan foto korban ya please,” pinta Reza Arap.

Pria berusia 38 tahun ini menegaskan bahwa tindakan membagikan konten yang memperlihatkan kondisi korban yang mengenaskan adalah perbuatan yang tidak memiliki empati. Ia menekankan pentingnya menghormati privasi dan perasaan keluarga korban.

“Tolong banget, tolong belajar buat jangan langsung disebarkan ke mana-mana gitu karena itu privasi keluarga dan juga kerabat korban,” tegasnya dalam sesi streaming tersebut.

Ia berharap masyarakat Indonesia bisa lebih cerdas dalam menyaring informasi dan tidak hanya tergiur untuk membagikan konten demi kepentingan viralitas semata. Reza berpendapat bahwa kemanusiaan harus tetap dikedepankan di atas keinginan untuk menjadi yang tercepat dalam menyebarkan berita.

Tak hanya melayangkan imbauan, Reza juga menyempatkan diri untuk memanjatkan doa bagi para penumpang yang saat ini tengah berjuang pulih dari luka-luka. Ia berharap tim medis dapat memberikan penanganan terbaik agar para penyintas tidak mengalami trauma berkepanjangan akibat insiden mengerikan tersebut.

Kalimat duka cita juga ia sampaikan bagi 15 nyawa yang tidak tertolong dalam musibah transportasi massal di kawasan Jawa Barat tersebut. “Buat korban kereta yang luka-luka semoga lekas sembuh. Yang meninggal dunia semoga keluarganya diberikan kelapangan,” tutur Reza dengan nada penuh simpati.

Ia memahami betapa beratnya beban emosional yang harus ditanggung oleh sanak saudara yang ditinggalkan secara mendadak oleh orang-orang tercinta mereka. Doa penutup darinya difokuskan pada ketabahan batin bagi seluruh kerabat korban agar mampu melewati masa-masa sulit ini dengan penuh keikhlasan.

“Dan dari kita yah semua kalau yang rekan atau keluarganya meninggal dunia di kecelakaan tersebut semoga dilapangkan ikhlasnya. Amin amin,” pungkasnya.