Antrean panjang kendaraan di gerbang tol akibat kekurangan saldo e-toll kerap menjadi pemandangan saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Untuk mengatasi masalah ini, teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) atau tol nirhenti nirsentuh dinilai dapat menjadi solusi signifikan.
Pengamat transportasi dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Anton Budiharjo, menjelaskan bahwa MLFF mampu menghilangkan transaksi di pintu tol. Sistem ini akan secara drastis mengurangi waktu layanan yang biasanya memakan 4-5 detik per kendaraan pada sistem konvensional.
“Pada sistem konvensional yang berbasis kartu seperti saat ini menggunakan e-toll, kita harus berhenti tap in untuk melakukan transaksi. Sehingga setiap kendaraan memerlukan waktu layanan kurang lebih 4-5 detik dan akan meningkat drastis jika terhadi saldo kurang,” ujar Anton pada Sabtu (28/3).
Anton menambahkan, problem saldo e-money yang tidak mencukupi seringkali memicu intervensi petugas jalan tol untuk membantu pengisian ulang. Variabilitas waktu layanan ini menjadi penyebab utama terbentuknya antrean panjang.
“Teknologi MLFF mengubah mekanisme tap in ini dengan menerapkan sistem pembayaran nirsentuh dan nirhenti. Jadi kendaraan dapat melaju bebas (free flow) tanpa ada hambatan seperti pada metode pembayaran tap in dengan menggunakan e-money,” tutur Anton.
Transaksi MLFF dilakukan secara otomatis melalui teknologi seperti Global Navigation Satellite System (GNSS), Radio Frequency Identification (RFID), ataupun Automatic Number Plate Recognition (ANPR) yang terhubung ke sistem back end. Dengan demikian, tidak ada lagi proses tap kartu ketika MLFF diberlakukan.
“Jadi benar-benar menghilangkan antrean di pelataran tol dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, khususnya pada masa arus mudik maupun arus balik yang volumenya sangat tinggi. Dampaknya, waktu layanan per kendaraan mendekati nol karena tidak ada lagi barrier dan tidak ada proses tap in. Secara keseluruhan, MLFF dapat menghilangkan sumber masalah tersebut dengan mengubah sistem transaksi menjadi lebih lancar (free flow),” terang Anton.
Ribuan Kendaraan Bermasalah Saldo E-toll
Sebelumnya, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, menyampaikan data evaluasi periode H-10 sampai dengan H+1 libur Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026, atau pada 11-22 Maret 2026. Tercatat ada 21 ribu kendaraan dengan saldo e-toll kurang di Gerbang Tol Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang.
Jumlah tersebut mencapai 4,9% dari total 442 ribu kendaraan yang bertransaksi di GT Kalikangkung pada periode yang sama. Rivan menegaskan bahwa tingginya aktivitas pengisian ulang saldo di gerbang tol berdampak pada penundaan signifikan dan antrean.
“Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol,” ujar Rivan.
Rivan menambahkan, kondisi serupa berpotensi kembali terjadi pada arus balik, khususnya di GT Cikampek Utama. Oleh karena itu, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kecukupan saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol.
“Itu guna menghindari antrean kendaraan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas,” jelas Rivan.
Proyek MLFF Terus Berjalan
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memastikan proyek MLFF tetap berjalan meskipun sempat menghadapi sejumlah persoalan. Kendala tersebut, baik teknis maupun nonteknis, telah diselesaikan.
“MLFF itu tetap berproses. Ada sedikit masalah teknis dan nonteknis, tetapi itu sudah dibereskan semua. Namun karena melibatkan banyak pihak, tentu perlu waktu untuk merapikannya,” ujar Dody dalam media gathering persiapan mudik Lebaran 2026 di Pendopo Kementerian PU, Jakarta, Jumat (6/2).
Penyelesaian kendala ini tidak hanya melibatkan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, tetapi juga berbagai pemangku kepentingan lain. “Karena itu, proses penyempurnaan membutuhkan koordinasi lintas lembaga,” jelas Dody.
Menyikapi potensi kemacetan akibat saldo e-toll kurang, Jasa Marga kembali mengimbau pengguna jalan. “Oleh karena itu, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan arus balik dengan memastikan kecukupan saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol guna menghindari antrean kendaraan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas,” imbau Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.
