Perang di Iran terus memicu dampak luas, termasuk pada sektor konektivitas udara internasional. Sebanyak 35 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, resmi dibatalkan hingga Rabu (5/3). Pembatalan ini terjadi akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah.
Gede Eka Sandi Asmadi, Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai Bali, menjelaskan bahwa pembatalan tersebut mencakup 20 jadwal keberangkatan dan 15 jadwal kedatangan internasional. Situasi ini berdampak langsung pada ribuan calon penumpang yang akan bepergian melalui Bali.
Maskapai dan Rute Terdampak
Penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah secara signifikan memengaruhi operasional maskapai yang melintasi jalur tersebut. Berikut adalah rincian maskapai dan rute yang mengalami penyesuaian jadwal:
| Maskapai | Nomor Penerbangan | Rute |
|---|---|---|
| Emirates | EK369, EK399, EK368, EK398 | Dubai (DXB) – Denpasar (DPS) PP |
| Etihad Airways | EY477, EY476 | Abu Dhabi (AUH) – Denpasar (DPS) PP |
| Qatar Airways | QR963, QR961, QR960, QR962 | Doha (DOH) – Denpasar (DPS) PP |
Penanganan Ribuan Penumpang Terlantar
Berdasarkan data manifest maskapai, setidaknya 5.905 calon penumpang keberangkatan terdampak oleh pembatalan ini. Manajemen InJourney Airports telah mengambil langkah antisipasi untuk memastikan kenyamanan penumpang yang terlantar di bandara.
“Kami menyediakan area pelayanan help desk maskapai dan berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi untuk penyediaan konter pelayanan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) bagi penumpang terdampak di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional,” ujar Gede Eka Sandi.
Selain bantuan administratif, pihak pengelola bandara juga membagikan makanan ringan dan minuman secara gratis setiap hari kepada para penumpang. Bagi mereka yang membutuhkan informasi lebih lanjut, layanan contact center tersedia melalui sambungan telepon di nomor 172.
Pihak otoritas bandara bersama AirNav Indonesia terus memantau situasi keamanan ruang udara global guna menentukan langkah operasional selanjutnya terkait dampak perang Iran ini. Sementara itu, operasional penerbangan domestik dan rute internasional lainnya yang tidak melewati ruang udara Timur Tengah di Bandara Ngurah Rai dilaporkan tetap berjalan normal. Penumpang diimbau untuk terus memantau status penerbangan melalui aplikasi maskapai masing-masing.
sumber gambar: mediaindonesia.com 