SURABAYA – Bagi para pencinta kuliner Makassar di Surabaya, menemukan hidangan dengan cita rasa autentik khas Sulawesi Selatan seringkali menjadi tantangan tersendiri. Namun, di tengah hiruk pikuk kota, sebuah kedai sederhana bernama Daeng Banna hadir menawarkan pengalaman gastronomi yang memuaskan, membawa kelezatan Pallubasa dan Coto Makassar langsung ke lidah warga Surabaya.
Kedai yang berlokasi di Gayungsari Barat, Surabaya ini dikelola oleh Syafriansyah, yang akrab disapa Chef Daeng Banna. Ia memastikan setiap hidangan yang disajikan, mulai dari Coto Makassar, Pallubasa, hingga Konro, dibuat berdasarkan resep keluarga turun-temurun. “Masakan di sini memang resep keluarga, sudah saya hafal di luar kepala,” ungkap Syafriansyah saat ditemui di kedainya pada Sabtu, 02 Mei 2026.
Pallubasa, Primadona dengan Rempah “Nendang”
Pallubasa menjadi menu andalan yang paling banyak dicari pelanggan. Hidangan khas Makassar ini terkenal dengan kuahnya yang kental dan kaya rempah, memadukan kapulaga, cengkih, dan kayu manis yang menciptakan sensasi hangat di lidah. Banyak pelanggan menyebut Pallubasa di Daeng Banna sebagai salah satu yang paling autentik dan “nendang” di Surabaya.
Syafriansyah bahkan menceritakan pengalaman unik beberapa pelanggannya. “Ada pelanggan yang datang saat kurang enak badan, setelah makan pallubasa merasa lebih enak,” katanya, menunjukkan betapa hidangan ini tak hanya memanjakan lidah tetapi juga memberikan kenyamanan.
Selain Pallubasa, Daeng Banna juga menyajikan Coto Maros Surabaya dengan kuah yang lebih ringan namun tetap kaya rasa, cocok bagi mereka yang mencari variasi Coto Makassar. Pecinta daging juga dimanjakan dengan Konro Bakar Surabaya, iga sapi yang dibakar dengan saus kacang istimewa dan disajikan bersama kuah konro gurih.
Daeng Banna: Permata Tersembunyi Kuliner Surabaya
Meski tampilannya sederhana dengan spanduk bertuliskan “Coto Makassar – Konro – Pallubasa”, aroma rempah yang kuat dari kedai ini tak pernah gagal menarik perhatian. Konsistensi rasa dan keberanian dalam penggunaan rempah menjadikan Daeng Banna sebagai “hidden gem” yang membuat banyak pelanggan kembali lagi.
Pengalaman bersantap semakin lengkap dengan kehadiran menu pelengkap seperti buras dan ketupat. Untuk penutup, tersedia minuman segar khas seperti Es Pisang Ijo Surabaya dan Es Pallubutung.
Syafriansyah menjelaskan bahwa kuliner Makassar mudah diterima di Surabaya karena adanya kemiripan selera masyarakat. “Lidah orang Surabaya dan Indonesia Timur itu sama-sama suka pedas dan asin,” ujarnya. Faktor ini menjadi salah satu kunci sukses Daeng Banna dalam menarik hati para penikmat kuliner.
Dengan cita rasa autentik, harga yang terjangkau, dan kekuatan rempah yang khas, Daeng Banna bukan sekadar tempat makan biasa, melainkan destinasi wajib bagi siapa saja yang ingin merasakan kelezatan kuliner Makassar di Surabaya. Kedai ini berpotensi besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu rekomendasi kuliner terbaik di kota pahlawan.
