Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan dukungan negaranya terhadap reformasi Uni Eropa (UE) yang bertujuan untuk memungkinkan lebih banyak negara bergabung dengan blok tersebut. Pernyataan ini disampaikan Tusk pada Kamis, 26 Februari 2026, setelah pertemuannya dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan.
“Polandia selalu menjadi duta besar untuk perluasan Uni Eropa secara bijaksana, jika perlu, hati-hati, dan sangat pragmatis, serta, jika perlu, untuk mereformasi Uni Eropa sehingga lebih banyak negara dan orang dapat menikmati kebebasan dan keamanan,” ujar Tusk. Ia menambahkan bahwa sikap Polandia terhadap perluasan UE ini sejalan dengan kebijakan Armenia.
Tusk secara spesifik menyampaikan kepada Pashinyan bahwa “kebijakan Armenia mendukung skenario ini.” Hubungan antara Armenia dan Uni Eropa saat ini diatur oleh Perjanjian Kemitraan Komprehensif dan yang Diperkuat (CEPA) yang mulai berlaku pada tahun 2021.
CEPA menyediakan kerangka kerja sama bilateral di berbagai bidang, termasuk demokrasi, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan. Perjanjian ini juga menyelaraskan undang-undang dan standar Armenia dengan norma-norma Uni Eropa, sambil tetap memungkinkan Armenia untuk menjadi bagian dari Uni Ekonomi Eurasia. Meskipun Yerevan telah menyatakan niatnya untuk memperdalam hubungan dengan Uni Eropa, Armenia membantah tengah mempertimbangkan aksesi penuh ke blok tersebut.
