Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (1/6) pukul 05.40 WIT. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa tinggi kolom abu mencapai sekitar 900 meter di atas puncak atau 1.987 meter di atas permukaan laut.
Dalam laporan PVMBG, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 39,08 detik.
“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” demikian keterangan PVMBG, menegaskan aktivitas vulkanik yang berkelanjutan.
PVMBG menyebutkan status Gunung Dukono saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar gunung dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati Kawah Malupang Warirang.
“Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km,” tulis PVMBG dalam imbauannya.
Selain itu, warga juga diminta mewaspadai dampak abu vulkanik yang dapat sewaktu-waktu berubah arah mengikuti kondisi angin. “Masyarakat di sekitar G. Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” lanjut PVMBG.
Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas letusan dengan semburan abu vulkanik terjadi secara periodik, sehingga masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk terus mengikuti rekomendasi dari otoritas vulkanologi demi keselamatan.
