Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi meluncurkan program Gentengisasi di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan padat penduduk yang menargetkan renovasi 52 rumah dan penguatan ekonomi masyarakat melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati menjelaskan, penataan Menteng Tenggulun adalah hasil kolaborasi lintas sektor. Program ini melibatkan Kementerian PKP, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dunia perbankan, pelaku corporate social responsibility (CSR), hingga Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.
52 Rumah Direnovasi, UMKM Dibina
Dari total 52 rumah yang akan direnovasi menjadi layak huni, 23 di antaranya merupakan milik pelaku UMKM. Selain perbaikan hunian, 10 pelaku UMKM lainnya juga akan mendapatkan pembinaan khusus terkait pembiayaan usaha.
“Insya Allah nanti ada 52 rumah yang direnovasi menjadi layak huni. Dari jumlah itu, 23 rumah milik pelaku UMKM yang rumahnya diperbaiki, dan 10 UMKM lain juga akan kami bina untuk pembiayaan. Semua pembiayaan renovasi rumah dan penataan lorong dilakukan melalui dana CSR secara gotong royong,” ujar Sri Haryati dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Program Gentengisasi ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni, memperbaiki sanitasi lingkungan, serta mendorong aktivitas ekonomi warga melalui penguatan UMKM. Selain perbaikan rumah, penataan juga mencakup perbaikan lorong kawasan dan pembentukan area wisata kuliner berbasis UMKM.
Menteng Tenggulun Jadi Pilot Project “Kampung Gotong Royong”
Kawasan Menteng Tenggulun, yang dikenal sebagai wilayah padat di tengah area elite Menteng, akan dijadikan pilot project “Kampung Gotong Royong”. Konsep ini mengedepankan hunian sehat dan pertumbuhan ekonomi warga.
Program ini turut melibatkan “Ladies Banker”, kelompok profesional perempuan di sektor perbankan, yang akan memberikan pendampingan bagi UMKM. Pendampingan tersebut berfokus pada literasi keuangan dan kreativitas usaha. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkomitmen menata jalur dan koridor usaha warga agar lebih tertib dan menarik.
Dirjen Sri Haryati menambahkan, total kebutuhan anggaran untuk program ini masih dalam tahap perhitungan, dengan estimasi awal sekitar Rp5 miliar. Dana tersebut sepenuhnya bersumber dari dana CSR. Pelaksanaan fisik akan dimulai setelah Lebaran 2026, dengan target penyelesaian bertahap mulai Juni hingga Juli 2026.
“Konsepnya tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga membangun semangat gotong royong antarwarga, pemerintah, dan dunia usaha. Kami ingin Menteng Tenggulun menjadi contoh bagaimana kawasan padat bisa bertransformasi menjadi lingkungan yang sehat, tertib, dan berdaya ekonomi,” kata Sri Haryati.
Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait telah mendorong agar penanganan kawasan kumuh selalu disertai dengan perbaikan ekonomi masyarakat.
