Puluhan pencari kerja dari Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek kini tengah mengikuti program pelatihan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Tulungagung. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja di wilayah tersebut.
Kepala UPT BLK Tulungagung, Agus Setyawan, menjelaskan bahwa program pelatihan ini dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) Pemprov Jatim. Sebanyak 80 peserta terdaftar dalam program ini, yang terbagi ke dalam lima kejuruan.
Kelima program tersebut meliputi pengelolaan administrasi perkantoran, juru gambar gedung, praktikum office advance, pengoperasian mesin produksi, dan servis sepeda motor sistem injeksi. Setiap program memiliki durasi jam pelajaran yang berbeda, namun keseluruhan pelatihan akan berlangsung selama satu bulan.
“Setelah selesai pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi. Harapannya mereka benar-benar siap kerja dan memiliki keahlian yang diakui,” ujar Agus, Selasa (31/3/2025).
Minat Tinggi di Tengah Penurunan Paket Pelatihan
Agus mengakui bahwa jumlah paket pelatihan yang diselenggarakan tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, UPT BLK Tulungagung hanya membuka 14 paket pelatihan, jauh lebih sedikit dibanding 47 paket pada tahun lalu.
Meski demikian, minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan justru sangat tinggi, terutama untuk program praktikum office advance. “Tahun ini memang hanya 14 paket dibanding tahun lalu 47 paket. Tapi peminatnya sangat banyak, terutama untuk praktikum office advance. Karena itu kami lakukan seleksi ketat, mulai dari pendaftaran online hingga wawancara untuk melihat keseriusan peserta,” tuturnya.
Program ini secara khusus menyasar para pencari kerja, baik mereka yang baru lulus sekolah maupun masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Dengan adanya pelatihan ini, UPT BLK Tulungagung berharap para peserta tidak hanya sekadar mengikuti program, tetapi benar-benar memperoleh kompetensi yang dapat diandalkan di dunia kerja.
“Harapan kami, setelah pelatihan mereka bisa dinyatakan kompeten dan lebih mudah mendapatkan pekerjaan,” pungkas Agus.
