PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun bersama Tim Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, melakukan inspeksi menyeluruh di sejumlah stasiun. Kegiatan ini bertujuan memastikan standar pelayanan minimum (SPM) dan aspek keselamatan jelang masa angkutan Lebaran 2026.
Manajer Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa inspeksi tersebut difokuskan pada Stasiun Tulungagung sebagai salah satu titik utama. Namun, pemeriksaan juga mencakup 11 stasiun lain di wilayah Daop 7 Madiun, termasuk Stasiun Ngunut.
“Kami bersama DJKA Kementerian Perhubungan sudah melakukan inspeksi di Stasiun Tulungagung untuk menjamin keamanan dan kenyamanan calon pemudik. Kegiatan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015 tentang SPM untuk Angkutan Orang dengan Kereta Api,” ujar Tohari pada Jumat (13/2/2026).
Pemeriksaan tidak hanya terbatas pada fasilitas stasiun, tetapi juga mencakup inspeksi keselamatan (ramp check) pada sejumlah rangkaian kereta api yang beroperasi di wilayah Daop 7 Madiun. Aspek yang diperiksa meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), jalur evakuasi, fasilitas kesehatan, ruang tunggu, toilet, musala, serta informasi jadwal dan ketersediaan tempat duduk di stasiun.
Sementara itu, untuk fasilitas kereta api, fokus pemeriksaan ada pada rem darurat, pemecah kaca, kebersihan toilet, kondisi AC, fasilitas difabel, dan lampu penerangan. Seluruh aspek ini dipastikan dalam kondisi baik untuk menjamin keamanan dan kenyamanan calon pemudik.
“12 stasiun itu kami lakukan pemeriksaan terkait penerapan SPMnya, dimana untuk di Tulungagung sendiri ada dua stasiun yang diperiksa yakni Stasiun Tulungagung dan Stasiun Ngunut,” ungkap Tohari.
Hasil dari inspeksi tersebut menunjukkan bahwa semua stasiun yang diperiksa dinyatakan layak dan telah menjalankan SPM sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta aturan yang berlaku. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi Daop 7 Madiun untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Dengan persiapan yang matang ini, kami harap masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik Lebaran 2026 dengan tenang dan aman,” pungkas Tohari.
