Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menyalurkan 200 paket sembako kepada balita penderita stunting dan ibu hamil di wilayahnya. Penyaluran bantuan ini dilakukan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, sebagai bagian dari upaya daerah menekan angka stunting dan kemiskinan.

Dukungan untuk Masyarakat Kurang Mampu

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut di Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, pada Rabu (18/3/2026). Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sigi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sigi, dan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah.

“Tentunya pembagian paket sembako ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah kepada masyarakat kurang mampu khususnya di Kecamatan Sigi Kota agar bagaimana masyarakat di wilayah itu bisa ikut merayakan lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah mendatang,” ujar Rizal, Rabu (18/3/2026).

Rizal menambahkan, sembako yang disalurkan diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak yang mengalami stunting. Total 200 paket sembako tersebut terdiri dari 100 paket berasal dari program Berani Berkah dan 100 paket lainnya dari Baznas.

“Total sembako ini mencapai 200 paket terdiri 100 dari program Berani Berkah dan 100 lainnya dari Baznas,” jelasnya.

Targetkan Masyarakat Miskin dan Penurunan Stunting

Sasaran utama pembagian sembako ini adalah masyarakat miskin yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2, termasuk kategori miskin ekstrem. Bupati Sigi menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan dan mengatasi kasus stunting.

“Pastinya dengan adanya sembako ini salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengentaskan angka kemiskinan dan kasus stunting,” tegas Rizal.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi menunjukkan adanya penurunan signifikan kasus stunting di daerah tersebut. Pada tahun 2025, angka stunting berhasil ditekan menjadi 11,55 persen, turun drastis dari 33 persen pada tahun sebelumnya, atau sebesar 21,45 persen.

Selain itu, lima desa di dua kecamatan di Kabupaten Sigi telah dinyatakan bebas dari kasus stunting. Desa-desa tersebut meliputi Desa Mamu, Mapahi, dan Tuwo Tani Jaya di Kecamatan Pipikoro, serta Desa Tanah Harapan dan Sarumana di Kecamatan Palolo.