Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai memasang tanggul pengaman pantai menggunakan batu boulder di kawasan wisata Pantai Loang Baloq. Langkah ini diambil untuk mencegah abrasi yang semakin parah.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Cahya Samudra, menyatakan bahwa pemasangan tanggul merupakan respons cepat terhadap tingginya tingkat abrasi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut beberapa pekan terakhir. “Langkah itu diambil sebagai respons cepat terhadap tingginya tingkat abrasi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut beberapa pekan terakhir,” kata Cahya di Mataram, Kamis (6/2/2026).
Menurut Cahya, kegiatan pemasangan batu boulder saat ini difokuskan pada area bagian utara Pantai Loang Baloq, yang merupakan kawasan paling terdampak gelombang pasang. Rencananya, tanggul batu boulder tersebut akan dipasang sepanjang pesisir Loang Baloq dengan total panjang hampir 300 meter.
Cahya mengakui, abrasi yang terjadi belum merusak fisik bangunan secara permanen, namun mulai mengancam vegetasi pantai. Pohon-pohon di pinggir pantai mulai tergerus, dan dikhawatirkan material abrasi akan masuk ke area kolam wisata jika tidak segera ditangani.
Abrasi yang terjadi pada akhir Januari 2026 juga belum sampai merusak fasilitas wisata, termasuk tulisan ikonik ‘Loang Baloq’ yang berada paling barat. Namun, Dispar Mataram merasa perlu tindakan lebih lanjut. “Tapi kami merasa perlu menambah volume tanggul batu boulder lagi ke sisi selatan untuk memperkuat pertahanan pesisir agar tidak masuk atau merusak fasilitas kolam,” ujarnya.
Sejauh ini, pemasangan batu boulder di bagian utara Loang Baloq terbukti efektif menahan laju ombak sehingga tidak langsung menarik pasir pantai ke tengah laut. “Selain itu, tanggul juga berfungsi sebagai penahan sampah kiriman dari laut,” tambah Cahya.
Terkait keberhasilan ini, Dispar Mataram berharap ada perluasan pemasangan tanggul batu boulder ke sejumlah destinasi wisata lainnya, hingga ke Pantai Gading bagian selatan, tidak hanya berhenti di Loang Baloq. “Harapan kami, garis pantai Mataram dari utara sampai selatan di Pantai Gading bisa dipasangkan batu boulder sebagai pengamanan sebab semua itu menjadi destinasi wisata,” pungkasnya.
