Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan mencatat peningkatan signifikan dalam minat masyarakat terhadap Program Pascasarjana. Jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) di kampus ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari praktisi, pendidik, pejabat, hingga tokoh publik dan pengusaha.

Ketua Senat Unisda, M. Afif Hasbullah, mengungkapkan bahwa perkembangan ini membawa manfaat luas bagi masyarakat. “Minat masyarakat terhadap program Pascasarjana di Unisda terus meningkat dari waktu ke waktu, Mahasiswanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi, pendidik, pejabat, hingga tokoh publik,” ujarnya pada Selasa (31/3/2026).

Ragam Program Studi dan Konsentrasi Unggulan

Afif menjelaskan, Unisda memiliki lima program studi Pascasarjana. Untuk jenjang Doktoral (S3), tersedia disiplin Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam. Sementara itu, jenjang Magister (S2) meliputi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), dan Hukum.

Program Doktor Studi Islam menjadi salah satu yang paling banyak diminati. Afif membeberkan, “Program Doktor Studi Islam menjadi salah satu yang paling diminati. Hal itu tidak lepas dari ragam konsentrasi yang ditawarkan, mulai dari pemikiran Islam, hukum, kebijakan publik, ekonomi dan bisnis Islam, lingkungan, filsafat, gender, hingga kesehatan.”

Beberapa nama besar yang tercatat sebagai mahasiswa di Program Pascasarjana Unisda antara lain pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman, pengusaha Arum Sabil, mantan Bupati Jember Faidah, serta Dansatkornas Ansor Syafiq Sauqi. Program Doktor Pendidikan Agama Islam, yang baru saja mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama, juga menarik minat pejabat luar negeri seperti Pejabat Menteri Pendidikan Timor Leste Domingos Lopes Lemos dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Skema Rekognisi Pembelajaran Lampau dan Biaya Terjangkau

Pada jenjang magister, khususnya program kependidikan seperti PAI dan PBSI, Unisda menawarkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Skema ini dirancang untuk memungkinkan para praktisi dan profesional menempuh studi magister dalam waktu yang relatif singkat.

“Melalui RPL, pengalaman kerja mahasiswa dapat dikonversi menjadi mata kuliah, sehingga studi bisa ditempuh sekitar dua semester,” terang Afif.

Sementara itu, Program Magister Hukum diarahkan untuk mencetak tenaga profesional di berbagai bidang hukum, termasuk hukum bisnis, tata negara, pidana, hukum Islam, dan hukum kesehatan. Mayoritas mahasiswanya berasal dari kalangan praktisi maupun calon praktisi hukum. “Kami mendorong pendekatan multidisiplin dan interdisipliner agar mahasiswa memiliki cara pandang yang lebih terbuka, kritis, dan kontekstual,” tambahnya.

Dari sisi pembiayaan, Afif menegaskan bahwa program pascasarjana Unisda tetap terjangkau bagi masyarakat. “Program doktor dapat ditempuh dengan biaya sekitar Rp55 juta hingga lulus, sedangkan program magister berkisar Rp20 jutaan,” ungkapnya.

Akreditasi Unggul dan Guru Besar Tetap

Hingga saat ini, Unisda Lamongan telah memiliki tujuh Program Studi yang berakreditasi unggul. Kampus ini juga didukung oleh lima guru besar tetap, yaitu M. Afif Hasbullah, Titiek Rohanah Hidayati, Muhtadi Ridlwan, Djawahir Hejjazie, dan Syihabuddin Qalyubi. Adapun Ketua Program Studi Doktor dijabat oleh Babun Suharto.