MATARAM – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan kuota awal pendakian ke Gunung Rinjani telah penuh. Lonjakan minat wisatawan ini terjadi seiring pemanfaatan momen libur panjang pada awal April 2026, memicu ribuan calon pendaki memadati sistem pemesanan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, mengungkapkan antusiasme luar biasa ini. “Sekitar 3.000 calon pendaki sudah memesan tiket melalui aplikasi E-Rinjani. Pada pekan-pekan awal pembukaan jalur pendakian, kuota sudah penuh,” kata Astekita saat ditemui dalam acara Festival Rinjani Begawe di Mataram, Sabtu (28/3/2026).

Antusiasme Pendaki dan Inovasi Keselamatan

Balai TNGR secara resmi membuka kembali jalur pendakian ke Gunung Rinjani mulai 1 April 2026, setelah sebelumnya ditutup sejak 1 Januari hingga 31 Maret. Penutupan selama tiga bulan tersebut bertujuan untuk pemulihan ekosistem dan faktor keselamatan akibat cuaca ekstrem.

Astekita menjelaskan, lonjakan peminat wisata pendakian dipengaruhi oleh kerinduan mereka untuk kembali mendaki Gunung Rinjani usai masa penutupan panjang. Ia menambahkan, “Jalur utara sekitar 400 kuota pendaki sudah penuh semua. Tanggal 3-5 April 2026 libur panjang.”

Untuk memperkuat sistem keselamatan pendakian, Balai TNGR pada tahun 2026 memperkenalkan program inovasi Rinjani 7.0. Program ini mencakup tujuh inovasi, seperti penggunaan alat pelacak, komunikasi terpadu di seluruh kawasan sekitar Gunung Rinjani, hingga layanan pusat komando. “Rinjani 7.0 adalah tujuh inovasi penguatan sistem keselamatan pendakian berbasis data dan teknologi,” ujar Astekita.

Capaian dan Imbauan Balai TNGR

Sepanjang tahun 2025, Balai TNGR mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kawasan wisata Gunung Rinjani mencapai Rp25,92 miliar. Total perputaran uang di kawasan tersebut bahkan menyentuh angka Rp182,05 miliar.

Data kunjungan wisata pendakian pada tahun 2025 menunjukkan angka 80.214 orang, terdiri dari 43.236 wisatawan mancanegara dan 36.978 wisatawan domestik. Sementara itu, jumlah kunjungan wisata non-pendakian mencapai 52.108 orang, dengan 51.311 wisatawan domestik dan 797 wisatawan mancanegara.

Balai TNGR mengimbau seluruh wisatawan untuk selalu mematuhi prosedur pendakian yang berlaku, melakukan pemesanan tiket secara resmi melalui aplikasi E-Rinjani, serta menjaga kelestarian kawasan selama beraktivitas di Taman Nasional Gunung Rinjani.