Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi mendalam dengan sejumlah jurnalis senior, ekonom, dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (17/3/2026). Pertemuan ini bertujuan membahas isu-isu terkini serta perkembangan kebijakan strategis dalam negeri.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Angga Raka Prabowo, menjelaskan bahwa acara diskusi tersebut berlangsung dari Selasa malam hingga Rabu dini hari. “Presiden melangsungkan diskusi dan wawancara bersama sejumlah jurnalis, pengamat, dan pakar mengenai isu-isu terkini guna merespons dinamika geopolitik global dan perkembangan kebijakan strategis dalam negeri. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi mendalam mengenai arah pemerintah dalam menghadapi tantangan dan menjawab berbagai pertanyaan penting yang menjadi perbincangan publik,” ujar Angga Raka Prabowo di Jakarta, Kamis (19/3/2026) dini hari.

Angga menambahkan, diskusi yang berlangsung pada pukul 19.00–01.30 WIB itu diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun optimisme nasional demi mewujudkan pelaksanaan transformasi bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen penuhnya untuk memperkuat sinergi dengan berbagai elemen bangsa. “Presiden turut berkomitmen penuh untuk memperkuat sinergi dengan berbagai elemen bangsa, sekaligus mengajak semua pihak untuk bahu-membahu membangun negeri,” kata Kepala Bakom RI.

Melalui akun resmi media sosial Presiden RI @presidenrepublikindonesia yang dikelola oleh Badan Komunikasi Pemerintah RI, terlihat acara diskusi berlangsung dalam format meja bundar. Presiden Prabowo duduk diapit oleh Retno Pinasti, jurnalis senior dan pemimpin redaksi SCTV-Indosiar, serta Hasan Nasbi, eks kepala kantor komunikasi kepresidenan (PCO) dan konsultan politik.

Beberapa tokoh lain yang turut hadir dalam diskusi tersebut antara lain:

  • Muhammad Chatib Basri, eks Menteri Keuangan, ekonom, dan pengajar di Harvard University.
  • Najwa Shihab, jurnalis senior sekaligus pendiri Narasi.
  • Rizal Mallarangeng, pendiri Freedom Institute, kolumnis, dan pengamat.
  • Mardigu Wowiek Prasantyo, seorang content creator, pengusaha, dan filantropi.

Pertemuan ini menjadi platform penting bagi pemerintah untuk mendapatkan masukan dan pandangan dari berbagai pihak terkait tantangan global dan domestik yang dihadapi Indonesia.