Bupati Parigi Moutong Erwin Burase memerintahkan jajaran camat dan kepala desa untuk segera mendata kebun milik warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Instruksi ini bertujuan untuk mengidentifikasi skala kerusakan dan menjadi dasar bagi upaya penanggulangan serta rehabilitasi pascakebakaran.
“Sudah saya instruksikan masing-masing pemerintah kecamatan dan desa melakukan pendataan kebun warga terdampak,” kata Erwin Burase di Parigi, Jumat (6/2/2026). Ia menekankan pentingnya langkah ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menangani bencana.
“Langkah ini bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam penanggulangan karhutla. Bukan hanya sekedar berjibaku memadamkan api tetapi juga melakukan upaya rehabilitasi setelah kebakaran,” ujarnya.
Hingga hari keenam, upaya pemadaman karhutla di Kabupaten Parigi Moutong masih terkendala. Keterbatasan peralatan, embusan angin kencang, serta lokasi titik api yang berada di pegunungan menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.
Saat ini, pemadaman api mengandalkan tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) yang didukung dua mobil tangki suplai air. Tim gabungan juga menggunakan alat manual seperti tangki semprot dan mesin alkon.
Bupati Erwin Burase menambahkan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menerima bantuan alat pompa air/mesin alkon dan tangki semprot dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkembangan. “Sudah ada bantuan alat pompa air/mesin alkon dan tanki semprot dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkembangan guna memperkuat percepatan pemadaman api,” ucap Erwin.
Opsi pemadaman api dari udara menggunakan helikopter juga tengah dikoordinasikan dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk pelaksanaannya. Berdasarkan data sementara dari peta citra satelit yang dirilis BPBD Sulawesi Tengah, sekitar 90 hektare lahan telah terbakar dan tersebar di sejumlah desa.
“Titik karhutla terparah di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. Data sementara dari peta citra satelit dirilis BPBD Sulawesi Tengah, sekitar 90 hektare total lahan terbakar tersebar di sejumlah desa,” katanya.
Untuk penanganan kedaruratan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memanfaatkan anggaran belanja tak terduga (BTT) yang bersumber dari APBD pemerintah setempat. “Sejauh ini belum ada laporan kerugian masyarakat dari peristiwa karhutla, karena sedang dilakukan proses pendataan,” pungkasnya.
