KUTAI KARTANEGARA – Kepolisian Sektor (Polsek) Loa Kulu, Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, bersama sejumlah elemen terkait, menggelar kegiatan Refresh Pelatihan Basic Fire atau Dasar Penanggulangan Kebakaran. Pelatihan ini dilaksanakan pada Sabtu (2/4) untuk membekali masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) dari tiga desa dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kegiatan ini merupakan langkah antisipasi terhadap musim kering ekstrem yang diprediksi melanda Indonesia mulai April hingga Oktober 2026 akibat fenomena El Nino Godzilla. Fenomena ini berpotensi tinggi memicu terjadinya Karhutla di berbagai wilayah, termasuk Loa Kulu.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, melalui Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto, menerangkan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Acara yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Umum Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kukar, turut dihadiri oleh Kepala Desa Jonggon Jaya M. Kholil, Babinsa Serka M. Yusuf, perwakilan dari PT. ITCI Hutani Manunggal (IHM), serta perangkat desa.

“Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Balai Pertemuan Umum Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kukar itu, dengan peserta latihan gabungan tim pemadam kebakaran MPA dari tiga desa, yakni Desa Margahayu, Desa Jonggon Jaya, dan Desa Jonggon Desa,” ungkap AKP Hari Supranoto, didampingi Bhabinkamtibmas Aiptu Agus Solihin.

Menurut AKP Hari, pelatihan ini sangat krusial mengingat wilayah Loa Kulu dan Kabupaten Kukar secara umum mulai memasuki musim kemarau yang rawan terjadi Karhutla. Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk bersiap menghadapinya.

“Kami mengajak seluruh tim pemadam desa untuk terus mengingatkan masyarakat akan bahaya Karhutla. Kami juga berpesan agar peserta bersungguh-sungguh dalam latihan ini supaya saat dibutuhkan nanti mereka sudah siap bertindak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” urainya.

Dalam sesi inti pelatihan, tim ahli dari PT IHM memberikan materi pengenalan serta peragaan penggunaan alat pemadam api secara langsung kepada para peserta. Inisiatif dari pihak swasta dalam memprakarsai program MPA ini mendapat apresiasi dari pihak kepolisian sebagai bentuk kolaborasi positif dalam menjaga lingkungan.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, sinergitas antara Polri, TNI, masyarakat, dan perusahaan semakin kuat agar wilayah Loa Kulu bebas dari bencana Karhutla,” pungkas AKP Hari Supranoto.