Sebuah kandang ayam pedaging di Dusun Gerung Timur, Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, ludes terbakar pada Minggu (3/5) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Insiden tragis ini menyebabkan 9.500 ekor anak ayam (DOC) berusia tujuh hari mati terpanggang, menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 600 juta.

Kandang milik Ahmad Subianto tersebut sedang digunakan untuk pemeliharaan anak ayam. Menurut informasi yang dihimpun, kebakaran diduga kuat berasal dari arang tungku yang dipakai untuk menghangatkan anak ayam.

Sebelum kejadian, pekerja kandang membakar arang di luar area kandang. Setelah menjadi bara, arang tersebut dimasukkan ke dalam tungku pemanas. Namun, sekitar pukul 02.00 Wita, penjaga kandang terkejut mendengar suara benda terjatuh. Saat keluar, api sudah berkobar hebat melalap bangunan kandang dan ia segera berteriak meminta pertolongan.

Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan ke lokasi kejadian untuk membantu memadamkan api. Namun, karena material kandang yang terbuat dari bambu, kayu, dan terpal, api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan hingga rata dengan tanah. Setelah berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, membenarkan adanya kasus kebakaran kandang ayam ini pada Minggu. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 9.500 ekor ayam DOC hangus terbakar. “Kandang ayam pedaging berbahan mudah terbakar dan pemanasan DOC menggunakan arang/tungku dilakukan selama 7–14 hari. Diduga kebakaran bermula dari percikan bara arang yang terbawa hembusan blower, lalu mengenai sekam serta material kandang hingga api membesar,” katanya.

Pihak kepolisian telah menerima laporan, mendatangi dan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta memulai penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Situasi di lokasi kejadian saat ini dilaporkan terpantau kondusif.