TULUNGAGUNG – Jumlah pengguna kendaraan listrik di Kabupaten Tulungagung menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. PT PLN (Persero) mencatat lonjakan penggunaan kendaraan listrik hingga 40 persen, baik untuk roda dua maupun roda empat, seiring dengan kesiapan infrastruktur pengisian daya yang memadai.

Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tulungagung, Dhodhit Hari Seputro, mengungkapkan bahwa tren positif ini mengindikasikan semakin banyak warga yang beralih dari kendaraan konvensional. Pihaknya bahkan memprediksi kenaikan ini akan terus berlanjut hingga tahun 2026.

Infrastruktur Pengisian Daya Tersebar

“Kami mencatat kendaraan listrik di Tulungagung naik 40 persen selama dua tahun terakhir. Tahun 2026 kemungkinan juga akan mengalami kenaikan,” ujar Dhodhit, Senin (6/4/2026).

Untuk mendukung pertumbuhan ini, PLN telah menyediakan sejumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di beberapa titik strategis. Di wilayah Tulungagung Kota, tersedia dua SPKLU yang berlokasi di Kantor ULP PLN Tulungagung dan Hotel Narita.

Secara total, lima unit alat pengisian daya tersedia pada dua SPKLU tersebut. Rinciannya, tiga unit berada di Kantor ULP PLN Tulungagung, sementara dua unit lainnya tersedia di Hotel Narita. SPKLU ini didesain khusus untuk melayani pengisian daya kendaraan roda empat.

“Alat pengisian daya pada dua SPKLU yang tersedia di Kantor ULP PLN Tulungagung dan Hotel Narita berjumlah lima unit. Dengan rincian PLN terdapat 3 buah dan Hotel Narita ada 2 buah alat pengisian energi,” terang Dhodhit.

Bagi pengguna kendaraan roda dua, PLN Tulungagung juga telah menyiapkan tiga titik SPLU. Lokasi SPLU tersebut tersebar di Kantor ULP PLN Tulungagung, ULP PLN Ngunut, dan ULP PLN Campurdarat, memastikan akses pengisian daya yang lebih luas bagi sepeda motor listrik.

Peningkatan Pemanfaatan Saat Libur Lebaran

Dhodhit menambahkan, momen menjelang dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026 lalu menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemanfaatan SPKLU dan SPLU. Rata-rata kendaraan yang mengisi daya melonjak dari biasanya 4-5 unit per hari menjadi 10-15 kendaraan setiap harinya.

Peningkatan ini didominasi oleh kendaraan dari luar kota, menandakan bahwa infrastruktur pengisian daya di Tulungagung juga menjadi penunjang bagi mobilitas pengguna kendaraan listrik antar kota.

“Biasanya kendaraan yang mengisi daya hanya 4 sampai 4 unit dalam satu hari. Pada momen menjelang dan perayaan Hari Raya Idul Fitri kemarin naik menjadi 10 sampai 15 kendaraan per hari,” pungkasnya.