Prancis akan segera mengoperasikan misi maritim internasional di Selat Hormuz. Misi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan pelayaran dan memastikan kebebasan navigasi di salah satu jalur laut paling strategis di dunia.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menegaskan pentingnya mengakhiri segala bentuk blokade dan pemerasan di perairan tersebut. Ia menyatakan bahwa misi yang bersifat defensif dan tidak menyerang ini akan mulai beroperasi setelah kondisi memungkinkan.

Komitmen Prancis Terhadap Hukum Internasional

Dalam pernyataannya pada Jumat (1/5/2026), Barrot secara tegas menyerukan penghentian blokade. “Blokade Hormuz harus dihentikan, harus diakhiri. Tidak boleh ada pemerasan, tidak boleh ada blokade, maupun pungutan di sebuah selat,” kata Barrot.

Ia juga menekankan bahwa Selat Hormuz diatur oleh hukum internasional dan “dalam keadaan apa pun tidak boleh dihalangi.” Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen kuat Prancis terhadap prinsip-prinsip kebebasan pelayaran di perairan internasional.

Misi perlindungan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas dan keamanan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak global.