Surabaya, Increa Media Marketing Agency membuka babak baru kolaborasi dengan puluhan media di Jawa Timur melalui acara media gathering dan buka puasa bersama. Pertemuan yang digelar di The Alana Hotel Surabaya pada Rabu (4/3/2026) ini menjadi platform bagi agensi tersebut untuk memaparkan lanskap industri periklanan yang terus berubah.

Lanskap Baru Industri Periklanan 2026

CEO Increa Media, Nanda Rizky Amelia, menegaskan bahwa industri periklanan pada tahun 2026 bergerak cepat menuju digitalisasi, personalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pendekatan langsung dari merek kepada pelanggan. Perubahan perilaku konsumen menjadi pendorong utama adaptasi strategi pemasaran, terutama bagi pelaku usaha dan merek lokal.

Nanda menjelaskan, agensi yang berdiri sejak 2018 ini telah berkembang menjadi penyedia layanan pemasaran terintegrasi. Timnya menggabungkan strategi media, event, aktivasi, hingga kampanye digital dalam satu jalur yang selaras dengan target bisnis klien.

“Kami membekali klien dengan strategi, perangkat, dan eksekusi yang presisi agar tetap unggul di tengah persaingan. Kami mengintegrasikan media, event, aktivitas, dan pemasaran dalam satu sistem untuk mendorong pertumbuhan bisnis mereka,” ujar Nanda.

Peran AI dalam Personalisasi Pemasaran

Gelombang AI yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah membentuk pola baru dalam industri periklanan. Tahun 2026, menurut Nanda, menjadi fase krusial di mana merek tidak lagi sekadar beriklan, melainkan membangun kedekatan yang didasarkan pada data dan perilaku konsumen.

“Sejak AI berkembang pesat, pendekatan menjadi jauh lebih personal. Tahun 2026 adalah momentum brand untuk semakin engaged dengan pelanggan loyal maupun pelanggan baru melalui brand activation yang mengikuti demand dan perilaku mereka,” kata Nanda.

Increa Media menyesuaikan strategi dengan indikator kinerja utama (KPI) setiap merek. Setiap pembaruan pemasaran selalu dikaitkan langsung dengan target bisnis. “Kami mengutamakan service excellence. Setiap update strategi kami selaraskan dengan KPI brand. Event dan brand activation kami kurasi sesuai kebutuhan pasar masing-masing,” tambahnya.

Perkuat Kolaborasi dan Ekspansi Regional

Media gathering ini merupakan yang pertama kali digelar Increa Media sejak hampir tujuh tahun agensi tersebut berdiri. Nanda mengakui bahwa hubungan dengan media memegang peran penting dalam membangun ekosistem komunikasi yang sehat dan berdampak luas.

“Selama hampir tujuh tahun, kami baru kali ini menggelar silaturahmi dengan teman-teman wartawan. Kami ingin kolaborasi berjalan lebih kuat, terutama dengan media yang memiliki media activation dan bisa kami sinergikan,” ungkap Nanda.

Sejak 2024, Increa Media telah memperluas langkahnya dengan menjadi agensi resmi webtoon untuk kawasan Asia Timur serta menjalin kolaborasi dengan agensi K-pop idol dan artis di Korea, China, dan Thailand. Ekspansi ini membuka akses pasar regional bagi merek yang ingin menembus audiens lintas negara.

Proyek Ambisius Menjelang Delapan Tahun Increa

Meskipun fokus utama perusahaan saat ini adalah menjaga merek besar yang telah bermitra, Nanda membocorkan rencana proyek berbeda menjelang perayaan delapan tahun Increa pada 2027.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang belum dimiliki agensi lain. Proyek itu kami siapkan untuk menyenangkan semua pihak, brand yang sudah percaya, media yang berkolaborasi, serta komunitas yang mendukung kami. Kami targetkan menjadi momentum besar di anniversary kedelapan,” ujarnya.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa persaingan di industri pemasaran tidak lagi hanya soal kreativitas kampanye. Integrasi teknologi, kolaborasi media, dan kemampuan membaca perilaku konsumen akan menjadi penentu siapa yang bertahan dan tumbuh di tengah perubahan cepat tahun 2026.

sumber gambar: jatimnow.com