Persija Jakarta berhasil mengukir sejarah baru di kancah sepak bola nasional setelah menumbangkan Persik Kediri dengan skor 3-1 pada pekan ke-33 Super League 2025/2026, Jumat (16/5/2026). Kemenangan ini membawa Macan Kemayoran mengoleksi 68 poin, menjadikannya rekor perolehan angka tertinggi mereka sepanjang era Liga 1 sejak tahun 2017.
Namun, di balik capaian bersejarah tersebut, terselip rasa kecewa yang tak dapat disembunyikan oleh pelatih Mauricio Souza. Rekor poin tertinggi yang berhasil dicetak ternyata belum cukup untuk membawa Persija mengangkat trofi juara musim ini, sebuah target yang diidamkan oleh tim dan para suporter.
Capaian Impresif di Bawah Mauricio Souza
Skuad asuhan Mauricio Souza memang tampil impresif sepanjang musim. Mereka melampaui catatan terbaik sebelumnya, yakni 66 poin, yang diraih saat finis sebagai runner-up pada musim 2022/2023 di bawah kepelatihan Thomas Doll. Dengan satu laga tersisa, Persija bahkan berpeluang menutup musim dengan 71 poin jika mampu meraih kemenangan pada pertandingan terakhir.
Catatan ini menjadi bukti nyata kebangkitan Persija setelah beberapa musim sempat terseok-seok. Setelah meraih gelar juara Liga 1 pada tahun 2018 bersama Stefano Cugurra, performa Persija sempat menurun drastis dan hanya mampu finis di papan tengah dalam beberapa musim berikutnya.
Kebanggaan dan Kekecewaan Pelatih
Mauricio Souza sendiri mengaku bangga bisa membawa Persija mencetak sejarah baru dengan rekor poin tertinggi di Liga 1 sejak 2017. Meski demikian, ia juga menyadari bahwa catatan impresif ini belum mampu mewujudkan ambisi besar untuk meraih gelar juara musim ini, meninggalkan sedikit ganjalan di tengah euforia rekor.
