Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan merata di 34 daerah di Jawa Tengah pada Jumat, 6 Maret 2026. Kondisi ini mencakup hujan badai dan gelombang tinggi yang masih berlangsung di wilayah perairan.

Pada pagi hari, cuaca di Jawa Tengah umumnya diprakirakan berawan. Memasuki siang hingga malam hari, hujan ringan hingga sedang akan mengguyur daerah Pantura bagian timur Jawa Tengah, dengan intensitas yang kemudian meningkat dan meluas secara merata di seluruh wilayah.

Hujan dan badai juga diprediksi terjadi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah, bersamaan dengan gelombang tinggi yang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini sangat berisiko bagi aktivitas pelayaran, termasuk kapal nelayan, tongkang, serta angkutan barang dan orang, terutama jika kecepatan angin di atas 15 knot.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menegaskan potensi bencana hidrometeorologi. “Awas, bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung, karena cuaca ekstrem berpotensi merata di 34 daerah gi Jawa Tengah,” ujarnya pada Jumat (6/3).

Daftar Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem

Ferry Oktarisa merinci daerah-daerah di Jawa Tengah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem meliputi:

  • Cilacap
  • Banyumas
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Wonosobo
  • Mungkid
  • Boyolali
  • Klaten
  • Karanganyar
  • Sragen
  • Grobogan
  • Blora
  • Rembang
  • Pati
  • Kudus
  • Jepara
  • Demak
  • Ungaran
  • Temanggung
  • Kendal
  • Batang
  • Kajen
  • Pemalang
  • Slawi
  • Brebes
  • Magelang
  • Surakarta
  • Salatiga
  • Semarang
  • Pekalongan
  • Tegal
  • Bumiayu
  • Majenang
  • Ambarawa

Sementara itu, beberapa daerah lainnya diprakirakan akan diguyur hujan ringan hingga sedang.

BMKG juga memprakirakan angin akan bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 18-32 derajat Celcius, dengan kelembaban udara antara 60-95 persen.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Sediyanto, menambahkan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan badai disertai sambaran petir juga berpotensi terjadi di perairan Jawa Tengah. “Kepada warga berkegiatan di perairan seperti nelayan maupun wisatawan untuk waspada akibat kondisi cuaca ini,” tegasnya.

Masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan dan aliran sungai juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Sumber Gambar: https://kilatnews.co/prakiraan-cuaca-jawa-tengah-hari-ini-6-maret-2026-potensi-hujan-badai-dan-cuaca-ekstrem/