Madiun, Kilatnews.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menuntaskan pemeliharaan intensif pada alat bertegangan tinggi di dua titik vital, yakni Gardu Induk (GI) Manisrejo dan GI Ngawi. Langkah strategis ini merupakan upaya preventif berkelanjutan untuk mencegah anomali kerusakan alat yang berpotensi memicu gangguan pemadaman listrik di wilayah Madiun, Ngawi, dan sekitarnya pada Rabu, 08 April 2026.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa kegiatan pemeliharaan alat transmisi berbasis keandalan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari transformasi operasional PLN dalam melayani masyarakat. “Setiap insan PLN harus mengedepankan keandalan sebagai prioritas utama. Pemeliharaan ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan langkah strategis yang konkret untuk memastikan sistem kelistrikan kita tetap andal, aman, dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat tanpa henti,” ujar Ika dalam keterangan tertulisnya.

Untuk melaksanakan pekerjaan ini, PLN menerjunkan personel khusus dari Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Madiun. Di lokasi pertama, GI Manisrejo, petugas melakukan pemeliharaan rutin pada Interbus Transformer (IBT) #2. Selain itu, dilakukan penggantian peralatan Current Transformer 70 kV sebagai bagian dari program peremajaan aset (life extension program) untuk mitigasi dini terhadap alat yang mulai menua.

Sementara itu, di lokasi kedua, GI Ngawi bay Manisrejo 2, pekerjaan difokuskan pada optimalisasi sistem proteksi. Di titik ini, PLN melakukan penggantian penopang Lightning Arrester (LA) serta penambahan gas Sulfur Hexafluoride (SF6). Gas SF6 sendiri memegang peran krusial sebagai media isolasi utama guna mencegah peralatan tegangan tinggi mengalami korsleting, sedangkan instalasi Lightning Arrester berfungsi sebagai tameng garda terdepan yang melindungi sistem jaringan listrik dari lonjakan tegangan ekstrem akibat sambaran petir maupun proses perpindahan arus (switching).

Berkat sinergi yang solid antar unit, seluruh rangkaian pekerjaan berisiko tinggi tersebut dapat diselesaikan tepat waktu tanpa kendala. Seluruh tahapan, mulai dari persiapan hingga pengujian akhir, dilakukan dengan standar pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sangat ketat. Melalui penguatan sistem proteksi dan peremajaan aset kelistrikan ini, PLN optimistis dapat terus menghadirkan suplai listrik yang stabil dan berkualitas bagi seluruh pelanggan di koridor barat Jawa Timur.