PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan belanja modal (CAPEX) sebesar USD 353 juta untuk tahun 2026. Alokasi dana ini bertujuan memacu pengembangan infrastruktur gas bumi nasional, termasuk perluasan jaringan gas (jargas) rumah tangga.
Subholding Gas Pertamina tersebut mengalokasikan sekitar 62 persen dari total dana untuk memperkuat sektor tengah (midstream) hingga hilir (downstream). Langkah agresif ini merupakan bagian dari komitmen PGN untuk menjaga ketahanan energi nasional melalui distribusi gas yang lebih merata ke berbagai wilayah Indonesia.
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama, menjelaskan bahwa kesiapan internal menjadi fondasi utama dalam merealisasikan target tersebut. PGN mencatat tingkat perputaran karyawan (turn over) yang sangat rendah, yakni di bawah 3 persen, menunjukkan stabilitas sumber daya manusia perusahaan.
“Kami terus beradaptasi dengan teknologi informasi untuk mendongkrak kemampuan pekerja di era digital. Digitalisasi bukan sekadar efisiensi, tapi cara kami memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Rachmat Hutama dalam keterangannya, Jumat (06/2/2026).
Efektivitas kerja tim juga tercermin dari angka keterikatan karyawan (employee engagement) yang menembus 87,74 persen. Dengan total 2.752 pekerja di seluruh grup, PGN berhasil menjaga tingkat kekosongan jabatan (vacancy rate) di bawah 10 persen. Hal ini memastikan proses bisnis, mulai dari pemeliharaan aset hingga pengelolaan pelanggan, tetap berjalan tanpa hambatan.
Di sisi teknologi, PGN mengklaim sistem keamanan siber mereka telah mencapai level perlindungan 100 persen. Keamanan ini mencakup seluruh rantai bisnis, mulai dari operasi jaringan hingga data pelanggan, guna menjamin kerahasiaan dan integritas informasi perusahaan dari ancaman digital.
Rachmat menambahkan, perusahaan memberikan ruang luas bagi inovasi demi menjaga keberlangsungan bisnis. Meski demikian, kreativitas pekerja tetap harus berpijak pada tata kelola perusahaan yang bersih dan kepatuhan ketat terhadap standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).
“Seluruh kontribusi pekerja di lapangan kami arahkan untuk selalu disiplin pada prinsip tata kelola dan aspek keselamatan kerja,” tegas Rachmat.
Investasi besar pada tahun ini akan dilakukan secara bertahap dan selektif. Fokus utamanya adalah memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga melalui distribusi gas yang lebih merata ke berbagai wilayah Indonesia.
